Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo Diresmikan, Banyuasin Jadi Sentra Bibit Unggul Nasional

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Info Sriwijaya, Banyuasin – Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kelurahan Kayuara Kuning, Kabupaten Banyuasin, Jumat (7/8/2026). Fasilitas modern tersebut menjadi salah satu pusat produksi bibit unggul nasional yang disiapkan untuk mendukung rehabilitasi hutan dan lahan, penghijauan lingkungan, serta pengembangan agroforestri di Sumatera Selatan dan wilayah sekitarnya.

Peresmian tersebut dihadiri Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Diah Murtiningsih, serta Direktur APP Group Suhendra Wiriadinata.

Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat dan Kementerian Kehutanan yang telah mempercayakan Kabupaten Banyuasin sebagai lokasi pembangunan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut akan memberikan manfaat besar bagi upaya pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Banyuasin mendukung penuh keberadaan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo. Fasilitas ini tidak hanya memperkuat program penghijauan dan rehabilitasi lahan kritis, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat memperoleh bibit berkualitas secara gratis untuk pengembangan pertanian, agroforestri, dan penataan lingkungan,” ujar Netta.

Ia menambahkan, Pemkab Banyuasin siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar distribusi bibit dapat menjangkau hingga desa dan kelurahan secara tepat sasaran.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan pembangunan pusat persemaian tersebut merupakan bagian dari implementasi Program ASRI yang menjadi salah satu program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga :  348 Kasus Karhutla Terjadi di Sumsel, Banyuasin Masuk Zona Merah Bersama Empat Daerah Lain

Menurutnya, keberadaan persemaian modern sangat penting untuk mendukung gerakan penghijauan di seluruh Indonesia.

“Kementerian Kehutanan saat ini memiliki 59 persemaian, terdiri atas sembilan pusat persemaian besar dan 50 unit persemaian berkapasitas lebih kecil. Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo termasuk dalam kategori pusat persemaian besar dengan kapasitas produksi mencapai 5 hingga 10 juta bibit setiap tahun,” jelas Raja Juli.

Ia menjelaskan, berbagai jenis bibit diproduksi di seluruh jaringan persemaian tersebut, mulai dari tanaman kayu, tanaman endemik, hingga tanaman estetika yang berfungsi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.

Direktur Jenderal PDASRH Diah Murtiningsih menjelaskan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo dibangun di atas lahan seluas 60.000 meter persegi dan dilengkapi infrastruktur modern untuk memproduksi bibit berkualitas.

“Pusat persemaian ini dirancang menghasilkan beragam jenis bibit, mulai dari tanaman kayu, tanaman serbaguna, hingga tanaman estetika yang mendukung rehabilitasi lingkungan dan pembangunan lanskap hijau secara berkelanjutan,” katanya.

Ia mengungkapkan pembangunan fasilitas tersebut berlangsung sejak 2023 hingga 2025 melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, termasuk APP Group.

“Sinergi ini menjadi wujud kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam mempercepat pembangunan kehutanan yang berkelanjutan. Harapan kami, pusat persemaian ini bukan hanya menjadi tempat produksi bibit, tetapi juga simbol semangat gotong royong menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga :  348 Kasus Karhutla Terjadi di Sumsel, Banyuasin Masuk Zona Merah Bersama Empat Daerah Lain

Direktur APP Group Suhendra Wiriadinata mengatakan keterlibatan perusahaan merupakan bentuk komitmen dalam mendukung program pemerintah di bidang pelestarian lingkungan.

Ia menegaskan bibit yang diproduksi di Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo dapat dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat, komunitas, lembaga pendidikan, instansi pemerintah, TNI/Polri, Pramuka, organisasi kemasyarakatan, maupun berbagai pihak yang terlibat dalam gerakan penanaman pohon.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, pusat persemaian tersebut juga menerapkan teknologi modern guna menjaga kualitas bibit, meningkatkan efisiensi pengelolaan, serta memperbesar tingkat keberhasilan tanaman setelah ditanam.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut keberadaan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo menjadi modal penting dalam memperkuat program rehabilitasi hutan dan lahan di Sumatera Selatan.

“Kehadiran fasilitas ini akan memperkuat gerakan penghijauan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Sumatera Selatan. Kami siap bersinergi dengan Kementerian Kehutanan, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, dan masyarakat agar bibit yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara optimal, baik untuk rehabilitasi lahan kritis maupun penghijauan di kawasan permukiman, sekolah, fasilitas umum, dan ruang terbuka hijau,” pungkas Herman Deru.

Berita Terkait

348 Kasus Karhutla Terjadi di Sumsel, Banyuasin Masuk Zona Merah Bersama Empat Daerah Lain
Wabup Netta Indian Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Banyuasin Perkuat Stabilitas Ekonomi Daerah
Pemkab Banyuasin Bahas Pengelolaan Sampah, Targetkan Solusi Ramah Lingkungan dan Bernila
Antisipasi El Nino Ekstrem, Bupati Askolani Siagakan 153 Desa Tangguh Kebakaran di Banyuasin
Bupati Askolani: Hasil Evaluasi LKPJ 2025 Akan Kami Wujudkan dalam Program Nyata bagi Masyarakat
Dukung Stabilitas Ekonomi, Banyuasin Ikuti Rapat Pengendalian Inflasi Daerah
Kedekatan Wagub Cik Ujang dengan Warga Banyuasin Terjalin Hangat dalam Silaturahmi Sumber Marga Telang
Dorong Ekonomi dan Energi Hijau, Banyuasin Kembangkan Pelabuhan Tanjung Carat dan Bio Avtur
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:46 WIB

Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo Diresmikan, Banyuasin Jadi Sentra Bibit Unggul Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:20 WIB

348 Kasus Karhutla Terjadi di Sumsel, Banyuasin Masuk Zona Merah Bersama Empat Daerah Lain

Senin, 18 Mei 2026 - 21:19 WIB

Wabup Netta Indian Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Banyuasin Perkuat Stabilitas Ekonomi Daerah

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:32 WIB

Pemkab Banyuasin Bahas Pengelolaan Sampah, Targetkan Solusi Ramah Lingkungan dan Bernila

Sabtu, 25 April 2026 - 23:08 WIB

Antisipasi El Nino Ekstrem, Bupati Askolani Siagakan 153 Desa Tangguh Kebakaran di Banyuasin

Berita Terbaru