Universitas Bina Darma Gelar Pentas Teater Drama Tradisional Palembang, Angkat Kisah “Tujuh Pertemuan Satu Takdir”

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Info Sriwijaya, Palembang – Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Sosial Humaniora Universitas Bina Darma (UBD) Palembang kembali menggelar Pentas Teater Drama Tradisional Palembang sebagai bagian dari agenda tahunan dalam upaya melestarikan seni dan budaya lokal. Tahun ini, pementasan mengangkat kisah klasik bertajuk “Tujuh Pertemuan Satu Takdir”, yang mengisahkan perjalanan perjodohan Abdul Muluk dalam balutan teater bangsawan Melayu bergaya klasik-modern.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Universitas Bina Darma dalam menjaga eksistensi seni pertunjukan tradisional Palembang sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda. Melalui pementasan ini, mahasiswa dan pelajar diajak untuk mengenal, mengapresiasi, serta ikut berperan dalam melestarikan warisan budaya yang mulai tergerus perkembangan zaman.

Ketua pelaksana pementasan, Muhammad Agustian, menjelaskan bahwa pertunjukan tahun ini mengusung konsep yang memadukan estetika kerajaan Melayu dengan sentuhan artistik kontemporer. Perpaduan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pertunjukan yang tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi, namun relevan dengan perkembangan seni pertunjukan modern.

“Tujuh Pertemuan Satu Takdir” disajikan dengan tata panggung yang menggambarkan kemegahan kerajaan Melayu. Latar istana dihiasi ornamen ukiran tradisional dan motif songket khas Palembang sebagai simbol identitas budaya daerah. Dominasi warna emas dan merah marun memperkuat nuansa kebangsawanan, sementara singgasana raja yang ditempatkan di tengah panggung menjadi pusat perhatian dalam setiap adegan.

Baca Juga :  Dari Sriwijaya ke Dunia: Peneliti FKIP UNSRI Menggagas Masa Depan Pendidikan Perubahan Iklim

Tidak hanya dari sisi artistik, permainan tata cahaya juga menjadi elemen penting dalam membangun alur cerita. Cahaya bernuansa keemasan mengiringi adegan-adegan romantis, kemudian berubah lebih redup saat konflik memuncak untuk mempertegas ekspresi para pemain. Di penghujung pertunjukan, cahaya kembali memenuhi seluruh panggung sebagai simbol bersatunya takdir, kebahagiaan, dan kemenangan nilai-nilai kebaikan.

Selain menjadi hiburan, pentas teater ini juga berfungsi sebagai media edukasi budaya. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia tidak hanya menampilkan kemampuan seni peran, tetapi juga mengintegrasikan unsur sastra, bahasa, sejarah, seni pertunjukan, hingga karakter budaya Melayu Palembang ke dalam setiap adegan.

Pelaksana Tugas Rektor Universitas Bina Darma, Prof. Dr. Edi Surya Negara, M.Kom., menilai penyelenggaraan Pentas Teater Drama Tradisional Palembang memiliki nilai strategis dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda.

Baca Juga :  Wakil Dekan I FKIP UNSRI Buka Empat Pintu Kolaborasi Akademik ASEAN di Capiz State University

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berbahasa, serta keterampilan berkesenian melalui seni pertunjukan. Di sisi lain, pementasan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan mahasiswa dan pelajar terhadap budaya daerah sehingga warisan budaya Palembang tetap hidup dan berkembang di tengah derasnya arus globalisasi.

“Universitas Bina Darma berkomitmen untuk terus mendukung penyelenggaraan Pentas Teater Drama Tradisional Palembang sebagai agenda tahunan karena memberikan manfaat besar, baik bagi civitas akademika maupun masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bina Darma berharap dapat menghadirkan ruang apresiasi budaya yang mempererat hubungan generasi muda dengan warisan budaya lokal. Selain meningkatkan minat terhadap seni pertunjukan tradisional, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Palembang serta mendorong lahirnya generasi yang aktif menjaga dan mengembangkan kebudayaan Indonesia.

Berita Terkait

UNISA Palembang Gelar Pembukaan PK2MB dan Baitul Arqom Mahasiswa 2026, Siapkan Generasi Berilmu dan Berkemajuan
Institusi Pendidikan di Paris Anugerahkan Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi kepada Dr. Irzanita
74 Mahasiswa FKesT UNISA Palembang Ikuti Yudisium, Siap Masuki Dunia Profesional dan Pengabdian
Tiga Mahasiswa Program Doktor Pendidikan FKIP UNSRI Bedah Persoalan Pendidikan Bahasa Inggris: Dari Literasi, Inovasi Pembelajaran hingga Literasi TIK
Bedah Buku Antara Kampus dan Doa Ibu, Potret Perjuangan di Balik Kehidupan Akademik
Dari Sriwijaya ke Dunia: Peneliti FKIP UNSRI Menggagas Masa Depan Pendidikan Perubahan Iklim
PPM Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNSRI Dorong Siswa SMAIT Raudhatul Ulum Produksi Video Podcast Perubahan Iklim
Ketika Asap Memasuki Ruang Kelas: Pendidikan yang Tak Boleh Ikut Tercekik
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 08:44 WIB

UNISA Palembang Gelar Pembukaan PK2MB dan Baitul Arqom Mahasiswa 2026, Siapkan Generasi Berilmu dan Berkemajuan

Rabu, 23 September 2026 - 08:29 WIB

Institusi Pendidikan di Paris Anugerahkan Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi kepada Dr. Irzanita

Minggu, 20 September 2026 - 19:17 WIB

74 Mahasiswa FKesT UNISA Palembang Ikuti Yudisium, Siap Masuki Dunia Profesional dan Pengabdian

Minggu, 13 September 2026 - 07:25 WIB

Tiga Mahasiswa Program Doktor Pendidikan FKIP UNSRI Bedah Persoalan Pendidikan Bahasa Inggris: Dari Literasi, Inovasi Pembelajaran hingga Literasi TIK

Minggu, 13 September 2026 - 07:15 WIB

Bedah Buku Antara Kampus dan Doa Ibu, Potret Perjuangan di Balik Kehidupan Akademik

Berita Terbaru