Soal OTT P3K, Kadisdik Banyuasin Tegas Sebut Bukan Agenda Dinas

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Info Sriwijaya, Banyuasin – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Banyuasin, Yosi, memberikan klarifikasi tegas terkait isu Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan sejumlah tenaga PPPK dan seorang kepala sekolah (kepsek) di wilayah tersebut. Yosi menegaskan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui adanya agenda pertemuan di sebuah hotel karena saat kejadian dirinya sedang melaksanakan tugas dinas luar (DL).

Klarifikasi ini disampaikan Yosi untuk meluruskan berbagai isu liar yang beredar di masyarakat, termasuk dugaan bahwa dirinya sengaja menghindar atau menghilang pasca-kejadian.

“Saya tegaskan, saya tidak mengetahui sama sekali agenda di hotel tersebut. Karena saya tidak tahu, agenda itu bisa dikatakan tidak sah atau ilegal. Selain itu, saat kejadian saya sedang melaksanakan dinas luar (DL), tidak berada di lokasi, dan bukan menghilang seperti yang diisukan selama ini,” tegas Yosi, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga :  Polda Sumsel OTT 23 Orang, Dua Staf Disdik Banyuasin Jadi Tersangka dan Ditahan

Yosi menjelaskan bahwa sebagai pimpinan dinas, setiap agenda resmi seharusnya terkoordinasi dengan baik. Ketidaktahuannya terhadap pertemuan yang berujung OTT tersebut menjadi bukti bahwa ia tidak terlibat atau pun memberi restu terhadap kegiatan yang diduga bermasalah itu.

Terkait dengan proses hukum yang sedang berjalan, Yosi menyatakan sikap penuh hormat dan mendukung penuh penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Ia menyerahkan sepenuhnya penyelidikan dan penyidikan kasus ini kepada pihak yang berwenang.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan di Buana Murti Banyuasin Berhasil Dikendalikan, Warga Desak Sekolah Daring akibat Kabut Asap

“Saya sangat menghargai proses hukum yang sedang berjalan di Polda Sumatera Selatan. Untuk perihal detail dan keberlanjutan kasus ini, saya silakan dan persilahkan kepada rekan-rekan media atau masyarakat untuk mengkonfirmasi langsung ke Polda Sumsel, karena itu adalah ranah dan kewenangan mereka,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Sumatera Selatan masih terus mendalami kasus dugaan pungutan liar atau suap yang melibatkan oknum PPPK dan kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin tersebut. Masyarakat diminta untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil resmi dari pihak berwajib. (*)

Berita Terkait

Naik Speed Boat, Gubernur Herman Deru Tinjau langsung Penanganan Karhutla di Habitat Gajah
Tanpa Menunggu APBD, Herman Deru Gerakkan Gotong Royong Lintas Sektor Pulihkan Jembatan di Telang Rejo
Polda Sumsel OTT 23 Orang, Dua Staf Disdik Banyuasin Jadi Tersangka dan Ditahan
28 Kepala Sekolah Banyuasin Diduga Diamankan dalam OTT Polda Sumsel
Kebakaran Lahan di Buana Murti Banyuasin Berhasil Dikendalikan, Warga Desak Sekolah Daring akibat Kabut Asap
Kelangkaan Beras Kemasan 5 Kg, Wabup Dan Kajari Banyuasin Tinjau Ke Lapangan
Bahas Karhutla, Bupati Banyuasin Terima Kunjungan Pasis Seskoad TNI
Perkuat Birokrasi dan Pelayanan Publik, Pemkab Banyuasin Lantik 423 Pejabat Fungsional
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 23:35 WIB

Naik Speed Boat, Gubernur Herman Deru Tinjau langsung Penanganan Karhutla di Habitat Gajah

Rabu, 23 September 2026 - 09:37 WIB

Soal OTT P3K, Kadisdik Banyuasin Tegas Sebut Bukan Agenda Dinas

Senin, 21 September 2026 - 13:32 WIB

Tanpa Menunggu APBD, Herman Deru Gerakkan Gotong Royong Lintas Sektor Pulihkan Jembatan di Telang Rejo

Sabtu, 19 September 2026 - 00:24 WIB

Polda Sumsel OTT 23 Orang, Dua Staf Disdik Banyuasin Jadi Tersangka dan Ditahan

Jumat, 18 September 2026 - 23:52 WIB

28 Kepala Sekolah Banyuasin Diduga Diamankan dalam OTT Polda Sumsel

Berita Terbaru