Info Sriwijaya, Johor Bahru, 1 Oktober 2026 – Satu undangan, tetapi membuka banyak pintu kolaborasi. Itulah yang mengemuka ketika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (UNSRI) mendapat undangan dari Fakulti Sains Pendidikan dan Teknologi (FEST), Universiti Teknologi Malaysia (UTM) untuk menghadiri Seminar Kebangsaan Majlis Dekan Pendidikan Universiti Awam Malaysia (MEDC) 2026 di Johor Bahru.
Undangan yang ditujukan kepada Dekan FKIP UNSRI, Dr. Hartono, M.A., disampaikan oleh Prof. Dr. Noraffandy bin Yahaya, Dekan FEST UTM. Seminar berlangsung pada 30 September–1 Oktober 2026 dengan tema “Mentransformasi Pendidikan untuk Masa Hadapan: Inovasi, Teknologi dan Keterangkuman.”
Namun, bagi FKIP UNSRI, forum tersebut bukan sekadar agenda seminar. Di balik pertemuan para dekan pendidikan universitas awam Malaysia, terbuka peluang untuk memperluas jejaring akademik dan membangun kerja sama baru antara UNSRI dan perguruan tinggi di negeri jiran. Dari UTM, jejaring dapat diperluas ke MEDC, Universiti Malaya, Universiti Sains Malaysia, Universiti Malaysia Sarawak, hingga Universiti Putra Malaysia.
MEDC 2026 memang dirancang sebagai ruang bertemunya akademisi, peneliti, pendidik, mahasiswa pascasarjana, pembuat kebijakan, industri, dan pemangku kepentingan pendidikan. Salah satu agenda pentingnya adalah memperkuat jaringan strategis antarfakultas pendidikan serta mendorong kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan profesional.
Dalam konteks FKIP UNSRI, peluang tersebut dapat diterjemahkan menjadi kerja sama yang lebih konkret. Riset bersama, publikasi internasional, seminar akademik, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kapasitas, hingga inovasi pembelajaran menjadi ruang yang dapat dijajaki bersama.

Pertemuan dalam forum MEDC juga memberi peluang bagi FKIP UNSRI untuk memperkenalkan potensi akademik dan kepakaran yang dimiliki kepada jejaring fakultas pendidikan di Malaysia. Dengan demikian, hubungan internasional tidak berhenti pada kunjungan atau kehadiran dalam forum, tetapi diarahkan menuju kolaborasi yang menghasilkan karya dan program bersama.
Pihak UTM sendiri menegaskan bahwa kehadiran Dekan FKIP UNSRI dalam MEDC 2026 diharapkan dapat memperkuat hubungan kerja sama antara fakultas pendidikan Malaysia dan Indonesia serta memperkaya pembahasan strategis tentang pembangunan pendidikan di kawasan.
Tema MEDC 2026 juga mempertemukan agenda internasionalisasi FKIP dengan pembangunan berkelanjutan. Transformasi pendidikan, inovasi, teknologi, dan keterangkuman menjadi isu yang tidak lagi mengenal batas negara. Karena itu, pertemuan ini memiliki keterkaitan kuat dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, serta bersinggungan dengan SDG 9 tentang inovasi dan SDG 10 tentang pendidikan yang inklusif.
Agenda MEDC sendiri menempatkan pembangunan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih mampan, inklusif, dan berimpak tinggi sebagai salah satu tujuan seminar. Bagi FKIP UNSRI, momentum di Johor Bahru menjadi bagian dari langkah memperluas peta kemitraan internasional. Dari satu undangan, terbuka ruang pertemuan dengan lebih banyak institusi; dari satu forum, muncul peluang untuk membangun lebih banyak kolaborasi.
Johor Bahru menjadi titik temu. MEDC menjadi pintu. Dan kolaborasi pendidikan Malaysia–Indonesia menjadi ruang yang masih sangat luas untuk dikembangkan.








