348 Kasus Karhutla Terjadi di Sumsel, Banyuasin Masuk Zona Merah Bersama Empat Daerah Lain

- Penulis

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas Karhutla Kabupaten PALI Berupaya Memadamkan Api.

Satgas Karhutla Kabupaten PALI Berupaya Memadamkan Api.

Info Sriwijaya, Palembang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat sebanyak 348 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 14 Juli 2026. Di saat yang sama, jumlah titik panas (hotspot) terpantau mengalami penurunan menjadi 37 titik pada Selasa (14/7) pukul 05.00 WIB, setelah sehari sebelumnya mencapai 92 titik.

Perkembangan tersebut juga diikuti bertambahnya wilayah berstatus zona merah. Kabupaten Banyuasin kini masuk dalam kategori tersebut setelah jumlah kejadian karhutla di wilayah itu terus meningkat. Sebelumnya, status zona merah telah lebih dulu disandang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Banyuasin (Muba), Ogan Ilir, dan Muara Enim. Seluruh daerah tersebut tercatat memiliki lebih dari 30 kejadian kebakaran.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan kondisi cuaca yang didominasi cerah berawan, meski masih berpotensi hujan ringan di sejumlah wilayah, belum mampu menurunkan risiko kebakaran. Menurutnya, tingkat kemudahan terjadinya kebakaran pada lapisan atas permukaan tanah saat ini masih berada pada kategori sangat tinggi (very high).

Baca Juga :  Tinjau Karhutla di Muba, Herman Deru Tekankan Pencegahan dan Keterlibatan Masyarakat

“Hingga saat ini, indikasi luas lahan yang terdampak karhutla di Sumsel mencapai sekitar 305,39 hektare. Berdasarkan hasil patroli udara dan darat pada 13 Juli, ditemukan 14 titik karhutla yang tersebar di delapan kabupaten dan kota,” ujar Sudirman, Selasa (14/7/2026).

Data BPBD menunjukkan, PALI menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak, yakni 57 kasus, disusul Musi Banyuasin sebanyak 49 kasus, Ogan Ilir 42 kasus, Banyuasin 37 kasus, serta Muara Enim 33 kasus.

Selain lima daerah berstatus zona merah, BPBD juga mengelompokkan sejumlah wilayah dalam kategori zona oranye, yakni daerah dengan 15 hingga 30 kejadian. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten OKU dengan 19 kejadian, Kota Palembang 18 kejadian, serta OKI dan Muratara yang masing-masing mencatat 17 kejadian.

Baca Juga :  28 Kepala Sekolah Banyuasin Diduga Diamankan dalam OTT Polda Sumsel

Sementara itu, daerah yang masuk zona kuning atau memiliki 1–15 kejadian terdiri atas Musi Rawas sebanyak delapan kejadian, Prabumulih delapan kejadian, OKU Timur tujuh kejadian, Lahat lima kejadian, Lubuklinggau dua kejadian, dan OKU Selatan satu kejadian. Adapun Kota Pagar Alam dan Kabupaten Empat Lawang hingga kini masih berada di zona hijau karena belum terdapat laporan karhutla.

Sudirman menambahkan, meski jumlah hotspot menurun dibanding sehari sebelumnya, kondisi cuaca yang semakin kering akibat berkurangnya curah hujan tetap menjadi faktor utama yang meningkatkan potensi kebakaran. Oleh karena itu, BPBD terus mengintensifkan patroli darat maupun pemantauan melalui udara guna mendeteksi kebakaran sejak dini.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan karhutla dengan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan secara cepat.

Berita Terkait

Sambut Ulang Tahun ke-10, Ayola Sentosa Hotel Palembang Gelar Aksi Donor Darah, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, dan Doorprize Menarik
Herman Deru Sambut Sumsel Jadi Pilot Project Transformasi JKN, Muara Enim Jadi Daerah Uji Coba
Bupati Askolani Dikukuhkan Sebagai Ketua Dewan Pengarah KDEKS Banyuasin Serta Pengurus KDEKS Sumsel
“Wagub Cik Ujang Jawab Pandangan Fraksi DPRD soal Perubahan APBD 2026, Efisiensi hingga Karhutla Jadi Sorotan”
Herman Deru dan Cik Ujang Hadiri HUT Ke-4 Masjid Hj Sopiah, UAS: Bakti kepada Ibu Dibalas Kemuliaan Allah
Berikan Manfaat Bagi Masyarakat, Sekda Inginkan Persiapan Verifikasi dan Validasi KDKMP Harus Transparan
Naik Speed Boat, Gubernur Herman Deru Tinjau langsung Penanganan Karhutla di Habitat Gajah
Soal OTT P3K, Kadisdik Banyuasin Tegas Sebut Bukan Agenda Dinas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Sambut Ulang Tahun ke-10, Ayola Sentosa Hotel Palembang Gelar Aksi Donor Darah, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, dan Doorprize Menarik

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Herman Deru Sambut Sumsel Jadi Pilot Project Transformasi JKN, Muara Enim Jadi Daerah Uji Coba

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Bupati Askolani Dikukuhkan Sebagai Ketua Dewan Pengarah KDEKS Banyuasin Serta Pengurus KDEKS Sumsel

Rabu, 30 September 2026 - 00:00 WIB

“Wagub Cik Ujang Jawab Pandangan Fraksi DPRD soal Perubahan APBD 2026, Efisiensi hingga Karhutla Jadi Sorotan”

Selasa, 29 September 2026 - 23:56 WIB

Herman Deru dan Cik Ujang Hadiri HUT Ke-4 Masjid Hj Sopiah, UAS: Bakti kepada Ibu Dibalas Kemuliaan Allah

Berita Terbaru

Internasional

Dari Johor, FKIP UNSRI Ketuk Pintu Jejaring Pendidikan Malaysia

Sabtu, 3 Okt 2026 - 21:45 WIB