Tinjau Karhutla di Muba, Herman Deru Tekankan Pencegahan dan Keterlibatan Masyarakat

- Penulis

Minggu, 6 September 2026 - 23:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Info Sriwijaya, Musi Banyuasin – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru terus memantau upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumsel. Kali ini, Gubernur meninjau langsung titik kebakaran di Desa Tanjung Agung Timur, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sabtu (4/9/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan langkah-langkah penanganan Karhutla yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) berjalan optimal, baik dalam upaya pemadaman api maupun pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.

Herman Deru menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan langkah yang terintegrasi, mulai dari pencegahan hingga penanggulangan. Menurutnya, kebakaran harus dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin sebelum api semakin besar dan sulit dikendalikan.

“Penyakit kita ini mungkin agak susah mengobatinya, makanya harus ada reward dan punishment. Kalau apinya masih kecil, kepedulian kita sudah ada dan masih bisa kita minimalisir. Tetapi kalau sudah besar, penanganannya menjadi jauh lebih sulit,” ujar Herman Deru.

Baca Juga :  Atasi Masalah Kemacetan, Jalan Khusus Batubara PT Marga Bara Jaya Diresmikan di Muba

Ia mencontohkan penanganan kebakaran sebelumnya dengan luasan mencapai sekitar 17 hektare. Dalam penanganan tersebut, pemerintah mengerahkan empat helikopter untuk melaksanakan water bombing. Dengan kemampuan satu helikopter mencapai sekitar 30 sorti per hari, secara keseluruhan dapat dilakukan hingga 120 sorti dalam sehari.

Namun, Herman Deru menyebutkan bahwa dari luasan 17 hektare tersebut, pemadaman melalui water bombing hanya mampu menangani sekitar 2,5 hektare. Sementara itu, sebagian besar pemadaman, yakni sekitar 15 hektare, dilakukan melalui peran personel Satgas yang berada langsung di lapangan.

“Artinya, peran manusia, dalam hal ini Satgas yang bertugas di lapangan, sangat penting. Karena itu, baik pencegahan maupun penanggulangan harus dilakukan bersama-sama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Herman Deru menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah terjadinya Karhutla. Ia meminta para pemangku kepentingan di tingkat desa dan kecamatan, termasuk kepala desa dan camat, untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak Karhutla.

Baca Juga :  Bupati Muba Hadiri Rakor Karhutla Sumsel 2026, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Pemadaman

“Kita harapkan keterlibatan masyarakat melalui simpul-simpul informal, Pak Kades, Pak Camat, itu selalu kita beritahu tentang dampak dari Karhutla ini,” katanya.

Menurut Herman Deru, masih terdapat sebagian masyarakat yang memiliki kebiasaan membersihkan lahan dengan cara membakar. Kebiasaan tersebut, kata dia, perlu secara bertahap diubah melalui edukasi dan pendampingan yang tepat.

“Saya yakin Dinas Pertanian dan Perkebunan dapat memberikan masukan agar habit itu dihilangkan. Kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa membersihkan lahan dengan cara membakar memiliki risiko besar, terutama ketika kondisi cuaca dan lahan sangat mudah terbakar,” jelasnya.

Gubernur berharap sinergi antara pemerintah daerah, Satgas, aparat, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat. Dengan keterlibatan seluruh pihak, upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di Sumsel diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, efektif, serta mampu menekan potensi meluasnya kebakaran.

Berita Terkait

Pemkab Muba Ikuti Sosialisasi Penginputan Data Triwulan LPPD 2026 dan Pemutakhiran Profil Daerah
Hijaukan Kembali Lahan Bekas Karhutla, Muba Gerakkan Penanaman 1.000 Pohon Mahoni
Gubernur Sumsel Resmi Buka POPDA XVIII Tahun 2026, Muba Turunkan 103 Atlet
Lantik PAC di Muba, Devi Suhartoni Ingatkan Keluarga Besar PDIP Harus Saling Membantu, Bukan Sekadar Solid
PERINGATI HSP KE-98, BUPATI MUBA LEPAS KONTINGEN POPDA XVIII SUMSEL 2026
Atasi Masalah Kemacetan, Jalan Khusus Batubara PT Marga Bara Jaya Diresmikan di Muba
3.500 Titik Panas Terdeteksi di Muba, Pemkab Perkuat Penanganan Karhutla
Habiskan 1,5 Ton Dry Ice per Hari, Sumsel Berupaya Tekan Dampak Kabut Asap
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:19 WIB

Pemkab Muba Ikuti Sosialisasi Penginputan Data Triwulan LPPD 2026 dan Pemutakhiran Profil Daerah

Jumat, 6 November 2026 - 00:15 WIB

Hijaukan Kembali Lahan Bekas Karhutla, Muba Gerakkan Penanaman 1.000 Pohon Mahoni

Selasa, 3 November 2026 - 22:04 WIB

Gubernur Sumsel Resmi Buka POPDA XVIII Tahun 2026, Muba Turunkan 103 Atlet

Minggu, 1 November 2026 - 05:57 WIB

Lantik PAC di Muba, Devi Suhartoni Ingatkan Keluarga Besar PDIP Harus Saling Membantu, Bukan Sekadar Solid

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:13 WIB

PERINGATI HSP KE-98, BUPATI MUBA LEPAS KONTINGEN POPDA XVIII SUMSEL 2026

Berita Terbaru