Kukuhkan FEK 2026–2031, Herman Deru Tekankan Pelestarian Budaya dan Kerukunan Sumsel

- Penulis

Minggu, 6 September 2026 - 23:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Info Sriwijaya, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru berharap Forum Emas Khatulistiwa (FEK) Sumatera Selatan mampu menjadi benteng budaya sekaligus memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat di Sumatera Selatan. Harapan tersebut disampaikannya menyusul berhimpunnya 72 suku yang ada di Sumsel dalam satu wadah organisasi tersebut.

Hal itu disampaikan Herman Deru saat menghadiri Silaturahmi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel bersama Elemen Masyarakat Khatulistiwa sekaligus Pengukuhan Pengurus Forum Emas Khatulistiwa (FEK) Sumatera Selatan Periode 2026–2031 di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, Jumat (4/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menyampaikan ucapan selamat atas terbentuk dan dikukuhkannya kepengurusan FEK Sumsel. Menurutnya, FEK merupakan organisasi yang lahir dari keikhlasan dan niat bersama untuk memperkokoh semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Tentu sebagai pimpinan daerah bersama Wagub dan Forkopimda merasa bertambah organisasi di provinsi ini yang dapat menjadi perpanjangan tangan dalam penyelesaian berbagai problem yang ada di daerah kita,” ujar Herman Deru.

Ia menegaskan, modal terbesar dalam pembangunan daerah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga ketenteraman, kebersamaan, dan semangat gotong royong masyarakat.

“Kalau ketenteraman dan kegotongroyongan itu tidak sejalan, pasti akan keropos dalam pembangunannya,” katanya.

Baca Juga :  Herman Deru Tepati Janji Beri Hadiah Rp10 Juta bagi Warga yang Berani Laporkan Pembakaran Lahan

Herman Deru juga mengapresiasi kemauan seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan langkah melalui organisasi FEK. Ia berharap FEK tidak hanya menjadi organisasi yang hadir untuk kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sumatera Selatan.

“Atas upaya ini tentu saya dan Wagub punya tanggung jawab moril dan materiil terhadap jalannya organisasi ini. Jangan sampai organisasi budaya yang kita kukuhkan ini hanya untuk seremonial saja. Dengan keberagaman suku dan budaya, FEK harus dapat berperan membangun daerah Sumsel,” tegasnya.

Lebih lanjut, Herman Deru menekankan bahwa keberadaan FEK harus mampu menjadi benteng dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan kebudayaan yang dimiliki masing-masing suku. Ia berharap tidak ada budaya daerah yang punah akibat perkembangan zaman.

“Pertahanan budaya, saya tidak ingin masing-masing budaya daerah punah. Kita hormati, kita hidupkan. Mari kita mempertahankan dan mengembangkannya. Syukur-syukur bisa menjadi kekuatan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Herman Deru, kekayaan budaya yang dimiliki Sumsel dapat dikembangkan menjadi potensi ekonomi masyarakat, termasuk melalui pelestarian adat dan budaya dalam berbagai kegiatan kehidupan masyarakat.

Selain pelestarian budaya, Herman Deru juga mendorong FEK untuk memperkuat kepedulian sosial. Kepedulian tersebut diharapkan tidak hanya ditujukan kepada anggota internal organisasi, tetapi juga kepada seluruh elemen masyarakat Sumatera Selatan.

Baca Juga :  Habiskan 1,5 Ton Dry Ice per Hari, Sumsel Berupaya Tekan Dampak Kabut Asap

Ia bahkan berharap keberadaan FEK dapat mendorong masyarakat untuk terus menggunakan dan melestarikan adat istiadat dalam berbagai momentum kehidupan.

“Minimal ke depan, setiap suku dan budaya ini kalau ada saudara yang sedang di pelaminan tetap memakai adat dan budayanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum FEK Sumsel Ghofar Pasolong mengatakan para pengurus merasa lega karena setelah menunggu cukup lama, akhirnya Gubernur Sumsel berkesempatan mengukuhkan kepengurusan FEK periode 2026–2031.

Menurutnya, setelah pengukuhan tersebut, jajaran pengurus akan segera menjalankan sejumlah program yang pada intinya menjaga Sumatera Selatan tetap kompak dan zero conflict.

“Setelah pengukuhan ini, kami akan melaksanakan sejumlah program. Intinya adalah bagaimana menjaga Sumsel tetap kompak dan zero conflict,” kata Ghofar.

Dengan bergabungnya 72 suku dalam satu wadah, FEK diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat silaturahmi, menjaga keberagaman, melestarikan budaya, serta mendukung terciptanya suasana Sumatera Selatan yang aman, harmonis, dan kondusif.

Berita Terkait

Habiskan 1,5 Ton Dry Ice per Hari, Sumsel Berupaya Tekan Dampak Kabut Asap
Herman Deru Tepati Janji Beri Hadiah Rp10 Juta bagi Warga yang Berani Laporkan Pembakaran Lahan
Buka Gebyar SMANSAGEL Jilid 11, Wagub Cik Ujang Dorong Siswa Berani Berprestasi
Muara Enim Jadi Tuan Rumah FORPROV II KORMI Sumsel, Cik Ujang Tekankan Koordinasi Panitia
Herman Deru Hibahkan Lahan Eks DPMPTSP, Perluasan Kolam Retensi Simpang Polda Dikebut
Wagub Cik Ujang Dengarkan Pandangan Umum Fraksi DPRD Sumsel terhadap Raperda APBD 2027
Sambut Ulang Tahun ke-10, Ayola Sentosa Hotel Palembang Gelar Aksi Donor Darah, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, dan Doorprize Menarik
Herman Deru Sambut Sumsel Jadi Pilot Project Transformasi JKN, Muara Enim Jadi Daerah Uji Coba
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Habiskan 1,5 Ton Dry Ice per Hari, Sumsel Berupaya Tekan Dampak Kabut Asap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Herman Deru Tepati Janji Beri Hadiah Rp10 Juta bagi Warga yang Berani Laporkan Pembakaran Lahan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Buka Gebyar SMANSAGEL Jilid 11, Wagub Cik Ujang Dorong Siswa Berani Berprestasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Muara Enim Jadi Tuan Rumah FORPROV II KORMI Sumsel, Cik Ujang Tekankan Koordinasi Panitia

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Herman Deru Hibahkan Lahan Eks DPMPTSP, Perluasan Kolam Retensi Simpang Polda Dikebut

Berita Terbaru