Info Sriwijaya, Banyuasin – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar terus dilakukan melalui penguatan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital. Sebanyak 20 guru SD di Desa Sungai Pinang, Kabupaten Banyuasin, mengikuti pelatihan dan pendampingan pengembangan media pembelajaran berbasis gamifikasi yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya.
Kegiatan yang berlangsung di SDN 12 Rambutan, Sungai Pinang, Banyuasin, pada 8 Agustus 2026 tersebut memberikan kesempatan kepada para guru untuk mengenal sekaligus mempraktikkan pengembangan media pembelajaran digital yang memadukan unsur permainan dalam proses pembelajaran.
Gamifikasi menjadi salah satu pendekatan yang ditawarkan dalam kegiatan tersebut untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan mendorong keterlibatan aktif siswa. Dalam proposal kegiatan, pemanfaatan gamifikasi diarahkan untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa melalui integrasi elemen permainan dalam pembelajaran.

Dalam pelaksanaannya, guru tidak hanya menerima materi mengenai konsep gamifikasi, tetapi juga mengikuti praktik langsung. Para peserta diperkenalkan dengan sejumlah platform digital yang dapat digunakan untuk mengembangkan media pembelajaran, di antaranya Wordwall, Quizizz, dan Canva. Platform tersebut digunakan untuk membuat kuis interaktif, permainan edukatif, maupun materi pembelajaran dengan tampilan visual yang lebih menarik.
Melalui pendekatan hands-on training, guru didampingi untuk mengembangkan media sesuai dengan mata pelajaran yang mereka ampu. Pendampingan diberikan selama proses praktik agar guru tidak hanya memahami cara menggunakan teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikannya ke dalam kegiatan pembelajaran.
Pemanfaatan media digital tersebut diharapkan dapat membantu guru menghadirkan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Media yang dikembangkan juga dapat digunakan kembali dalam proses pembelajaran sehingga guru memiliki alternatif sumber dan aktivitas belajar yang lebih beragam.

Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Siti Dewi Maharani, M.Pd., mengatakan pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi menjadi salah satu upaya untuk membantu guru beradaptasi dengan perkembangan pendidikan di era digital.
Program tersebut dirancang tidak berhenti pada pelatihan. Setelah mengikuti workshop, guru diarahkan untuk menerapkan media yang telah dikembangkan dalam pembelajaran di kelas dengan memanfaatkan perangkat yang tersedia, seperti laptop, proyektor, dan smartphone. Pendampingan juga dilakukan secara berkelanjutan, baik secara langsung maupun daring melalui Zoom dan grup WhatsApp.
Pendekatan tersebut dilakukan karena permasalahan yang dihadapi mitra tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat dalam pembelajaran. Proposal kegiatan mencatat masih adanya keterbatasan guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital dan memahami konsep gamifikasi secara aplikatif.
Melalui kegiatan ini, guru diharapkan mampu menghasilkan media pembelajaran gamifikasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Program tersebut menargetkan setiap guru menghasilkan sedikitnya satu media pembelajaran gamifikasi sebagai produk dari kegiatan workshop.
Selain meningkatkan kompetensi guru, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun keberlanjutan melalui pembentukan komunitas belajar guru. Komunitas tersebut diharapkan menjadi ruang bagi guru untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, serta mengembangkan inovasi pembelajaran secara bersama-sama.

Tim pengabdian terdiri atas Prof. Dr. Siti Dewi Maharani, M.Pd. selaku ketua, bersama Dr. Suratmi, M.Pd., Bunda Harini, M.Pd., Nurdin Kamil, M.Pd., Meilani Tirta Sari, M.Pd., Mazda Leva Okta Safitri, M.Pd., dan Dr. Masagus Mhd Tibrani, M.Si.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P. Kehadiran pemerintah daerah mencerminkan dukungan terhadap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Netta menyampaikan bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif dari berbagai pihak. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
“Peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Netta.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Muhammad Hafizh Sophian, Muhammad Ridho Nugraha, M. Dimas Abdi Utama, Raidah Dira Zafira, Aura Rozalia, Ika Zahratul Nihlah, Kalina Raissah Indira, Ema Novita Anti, Syifa Salsabila, dan Sabilla Syara Azzahwa.
Melalui pendampingan tersebut, Tim Pengabdian PGSD FKIP Universitas Sriwijaya mendorong guru untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan media pembelajaran digital yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah dasar.








