Info Sriwijaya, Palembang –
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan mencatat sebanyak 628 kasus Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) atau yang lebih dikenal sebagai flu Singapura hingga pekan ke-23 tahun 2026. Jumlah tersebut menunjukkan tren peningkatan yang terjadi secara bertahap sejak April dan masih terus bertambah setiap pekan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, mengatakan peningkatan kasus mulai terlihat setelah tiga bulan pertama tahun ini yang relatif masih rendah.
“Hingga pekan ke-23 tercatat 628 kasus HFMD di Sumatera Selatan. Saat ini penambahan kasus masih terjadi dengan jumlah puluhan orang setiap minggunya,” ujarnya di Palembang, Rabu.
Berdasarkan data Dinkes Sumsel, sepanjang Januari hingga Maret angka kasus masih berkisar antara satu hingga 19 kasus per pekan. Namun memasuki April, penyebaran penyakit tersebut mulai meningkat dan terus menunjukkan tren kenaikan hingga Juni.
Palembang menjadi wilayah dengan jumlah penderita terbanyak, mencapai 118 kasus. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan 82 kasus, disusul Musi Banyuasin dan Kota Prabumulih yang masing-masing mencatat 78 kasus.
Sementara itu, Kabupaten Muara Enim melaporkan 65 kasus, Kabupaten Lahat 62 kasus, serta Kota Lubuklinggau sebanyak 54 kasus. Di sisi lain, Kabupaten Empat Lawang, Ogan Komering Ulu Timur, dan Musi Rawas Utara menjadi daerah dengan jumlah kasus paling sedikit, masing-masing hanya tiga kasus.
Ira menjelaskan HFMD merupakan penyakit yang bersifat musiman. Lonjakan kasus umumnya terjadi saat masa peralihan musim, baik dari musim hujan ke kemarau maupun sebaliknya.
Menurutnya, penularan virus dapat berlangsung di berbagai tempat yang menjadi lokasi berkumpulnya anak-anak, seperti ruang bermain dalam ruangan maupun ruangan berpendingin udara.
HFMD merupakan infeksi virus yang paling sering menyerang bayi dan anak usia di bawah lima hingga tujuh tahun. Meski demikian, orang dewasa juga berisiko tertular apabila tidak menjaga kebersihan diri dan menerapkan pola hidup sehat.
Gejala yang umum muncul antara lain demam, sariawan pada lidah, gusi, atau bagian dalam mulut, disertai ruam atau lepuhan di sekitar mulut, telapak tangan, telapak kaki hingga bokong. Penderita juga dapat mengalami nyeri tenggorokan dengan masa inkubasi virus sekitar tiga hingga enam hari setelah terpapar.
Dinkes Sumsel mengimbau para orang tua segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mulai menunjukkan gejala HFMD agar mendapatkan penanganan sedini mungkin.
Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan apabila penderita mengalami tanda-tanda yang lebih berat seperti tubuh sangat lemas, kejang, sesak napas, serta tangan dan kaki terasa dingin. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan komplikasi serius sehingga membutuhkan penanganan segera di rumah sakit. (Rd)








