Dr. Rita Inderawati, M.Pd.
Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu/Pengamat Pendidikan Universitas Sriwijaya
Info Sriwijaya – Ada kecenderungan dalam kehidupan kita untuk menilai sesuatu berdasarkan apa yang tampak. Institusi yang memiliki gedung besar, jumlah mahasiswa yang banyak, fasilitas yang lengkap, atau nama yang sudah dikenal luas sering kali dianggap lebih unggul. Sebaliknya, institusi yang kecil secara ukuran, jumlah, atau sumber daya terkadang dipandang sebelah mata. Padahal, apakah ukuran benar-benar dapat menjadi ukuran utama sebuah institusi?
Tidak selalu!
Sebuah institusi mungkin tidak besar dalam ukuran, tetapi bisa besar dalam karya. Mungkin tidak banyak dibicarakan, tetapi memiliki kiprah yang konsisten. Mungkin tidak memiliki sumber daya sebesar institusi lain, tetapi mampu menghasilkan dampak yang jauh melampaui batas institusinya sendiri.Di sinilah kita perlu belajar melihat lebih dalam.
Dalam banyak hal, kita terbiasa menggunakan ukuran sebagai dasar penilaian. Besar dianggap kuat, banyak dianggap unggul, terkenal dianggap berkualitas. Cara pandang seperti ini memang tidak sepenuhnya salah, tetapi menjadi kurang tepat ketika digunakan sebagai satu-satunya ukuran untuk menilai sebuah institusi.
Institusi bukanlah sekadar bangunan, angka, jumlah orang, atau luas wilayah. Institusi adalah sekumpulan manusia yang bekerja, berpikir, menciptakan, melayani, dan memberikan kontribusi.Sebuah institusi yang kecil dapat memiliki gagasan yang besar. Tim yang tidak banyak dapat menghasilkan inovasi yang berarti. Komunitas yang sederhana dapat melahirkan perubahan yang dirasakan banyak orang. Karena itu, jangan terburu-buru menilai sebuah institusi dari seberapa besar ia terlihat di mata kita. Bisa jadi, sesuatu yang tampak kecil justru sedang mengerjakan sesuatu yang besar.
Karya adalah salah satu cara paling jujur untuk melihat kualitas sebuah institusi. Karya tidak perlu berteriak untuk menunjukkan keberadaannya. Ia berbicara melalui apa yang dihasilkan: program yang bermanfaat, penelitian yang menjawab persoalan, lulusan yang berkontribusi, inovasi yang digunakan masyarakat, kerja sama yang membuka peluang, maupun pengabdian yang memberikan perubahan nyata.
Institusi yang baik bukan hanya institusi yang mampu mengatakan bahwa dirinya hebat. Ia adalah institusi yang memiliki sesuatu untuk ditunjukkan. Sebab reputasi yang sesungguhnya tidak dibangun hanya melalui klaim, tetapi melalui rekam jejak. Ada institusi yang mungkin tidak selalu berada di pusat perhatian, tetapi terus bekerja dalam diam. Mereka membangun program, mendampingi masyarakat, mengembangkan sumber daya manusia, memperluas jejaring, dan menciptakan peluang bagi orang lain. Karya-karya seperti inilah yang sering kali tidak langsung terlihat. Namun, ketika waktunya tiba, dampaknya akan berbicara dengan sendirinya.
Kiprah sebuah institusi juga tidak selalu harus diukur dari seberapa luas panggung yang dimilikinya. Kiprah dapat terlihat dari konsistensi dalam menjalankan peran dan keberanian untuk mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan.Institusi yang terus bergerak, belajar, beradaptasi, dan memberikan kontribusi sesungguhnya sedang membangun nilai yang jauh lebih penting daripada sekadar ukuran.Sebab yang paling penting bukanlah seberapa sering kita terlihat, tetapi seberapa sering kehadiran kita berarti bagi orang lain. Kiprah yang konsisten akan membentuk kepercayaan. Kepercayaan akan melahirkan jejaring. Jejaring akan membuka peluang. Dan peluang pada akhirnya dapat menciptakan dampak yang lebih luas. Karena itu, institusi yang mungkin tampak kecil hari ini tidak boleh diremehkan hanya karena ukurannya. Bisa jadi, ia sedang berada dalam proses pertumbuhan yang akan membawanya ke tempat yang jauh lebih besar.
Ukuran yang paling bermakna dari sebuah institusi adalah dampaknya. Berapa banyak orang yang kehidupannya menjadi lebih baik karena keberadaan institusi tersebut? Berapa banyak pengetahuan yang dihasilkan? Berapa banyak masalah yang berhasil dibantu penyelesaiannya? Berapa banyak peluang yang dibuka? Berapa banyak individu yang berkembang karena pernah menjadi bagian di dalamnya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih penting daripada sekadar bertanya, “Seberapa besar institusi itu?” Sebab sebuah institusi dapat memiliki banyak sumber daya tetapi sedikit dampak. Sebaliknya, institusi dengan sumber daya yang terbatas dapat menghasilkan perubahan yang luar biasa. Besar secara fisik belum tentu besar secara makna. Kecil secara ukuran belum tentu kecil dalam kontribusi. Justru dalam keterbatasan, sering kali lahir kreativitas, solidaritas, dan keberanian untuk menemukan cara-cara baru.
Dalam dunia pendidikan, organisasi, maupun kehidupan profesional, kita sering terjebak dalam budaya membandingkan. Institusi dibandingkan dengan institusi lain, program dibandingkan dengan program lain, capaian dibandingkan dengan capaian lain. Perbandingan dapat menjadi motivasi untuk berkembang, tetapi akan menjadi tidak sehat apabila membuat kita kehilangan kemampuan untuk menghargai.
Setiap institusi memiliki konteks, sejarah, sumber daya, tantangan, dan perjalanan yang berbeda. Karena itu, tidak adil menilai semuanya hanya dengan satu ukuran. Yang lebih penting adalah melihat apa yang telah dilakukan, bagaimana prosesnya, dan apa yang dihasilkan bagi orang lain. Kita tidak perlu mengecilkan institusi lain agar institusi kita terlihat besar. Kita juga tidak perlu merasa rendah hanya karena institusi kita belum sebesar institusi lain.Yang perlu dilakukan adalah terus berkarya. Karena pada akhirnya, waktu akan membuktikan siapa yang hanya terlihat besar dan siapa yang benar-benar memberikan arti.
Mungkin ada institusi yang ketika pertama kali kita lihat tampak sederhana. Tidak sebesar yang kita bayangkan. Tidak sebanyak yang kita perkirakan. Tidak semewah yang lain. Namun, jangan berhenti pada kesan pertama.
Lihatlah karya-karyanya.
Lihatlah kiprahnya.
Lihatlah orang-orang yang telah dibantunya.
Lihatlah perubahan yang telah dihasilkannya.
Lihatlah jejak yang ditinggalkannya.
Barangkali setelah melihat semuanya, kita akan menyadari bahwa ukuran yang selama ini kita gunakan ternyata terlalu sempit. Jangan ukur besar-kecilnya sebuah institusi dari pandangan kita. Ukurlah dari karya, kiprah, dan dampaknya. Sebab yang kecil di mata kita belum tentu kecil dalam kontribusinya.
Pada akhirnya, institusi yang layak dihargai bukanlah semata-mata institusi yang tampak besar, tetapi institusi yang mampu membuat keberadaannya berarti.Karena kebesaran yang sesungguhnya bukan tentang seberapa luas ruang yang kita miliki, melainkan seberapa luas manfaat yang mampu kita tinggalkan.








