Info Sriwijaya, Palembang – Hubungan akademik antara Universitas Sriwijaya (UNSRI) dan Capiz State University (CapSU), Filipina, terus diperkuat melalui partisipasi FKIP UNSRI dalam ASEAN Celebration 2026. Pada kegiatan yang mengusung tema “Navigating Our Future, Together” tersebut, Wakil Dekan I FKIP UNSRI, Dr. Rita Inderawati, M.Pd., hadir sebagai Resource Speaker dalam sesi “Country Spotlight: Indonesia”.
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom pada 24 Agustus 2026 ini menjadi ruang bagi FKIP UNSRI untuk memperkenalkan berbagai peluang akademik sekaligus memperkuat hubungan yang telah terjalin dengan CapSU. Dalam sesi tersebut, Dr. Rita membawakan topik “Doors to Indonesia: Academic Exchange Programs, Scholarships, and Linkage Pathways for CapSU Faculty and Students.”
Menggunakan konsep “Doors to Indonesia”, presentasi tersebut mengajak sivitas akademika CapSU melihat Indonesia, khususnya UNSRI, sebagai ruang terbuka untuk belajar, bertukar pengalaman, melakukan penelitian, dan membangun jejaring akademik. Empat pintu peluang menjadi fokus utama, yakni Student Exchange, Scholarship and Funding Opportunities, Faculty Exchange, dan Research Collaboration.
Pada pintu pertama, Student Exchange, mahasiswa dapat mengeksplorasi berbagai bentuk mobilitas akademik seperti semester exchange, short-term exchange, short courses, credit transfer, dan cultural exchange. Program semacam ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar di lingkungan akademik yang berbeda, tetapi juga memperluas wawasan, jejaring, dan kompetensi interkultural mahasiswa.
Pintu kedua adalah Scholarship and Funding Opportunities. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada berbagai kemungkinan dukungan pendanaan yang dapat dieksplorasi melalui program universitas, pemerintah, mitra, maupun skema mobilitas tertentu. Bentuk dukungan tersebut dapat berbeda sesuai dengan jenis program dan kesepakatan yang berlaku.
Sementara itu, Faculty Exchange membuka ruang bagi dosen untuk terlibat dalam guest lecture, visiting professor, faculty mobility, dan collaborative teaching. Pertukaran akademik ini diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman mengajar, tetapi juga membuka peluang berbagi kurikulum, seminar bersama, dan jejaring profesional.
Pintu keempat, Research Collaboration, menjadi salah satu peluang strategis untuk memperkuat kemitraan kedua universitas. Bentuk kerja sama dapat berupa joint research, joint publication, joint conference, joint supervision, researcher exchange, hingga pengembangan proposal penelitian bersama. Sejumlah tema yang potensial antara lain climate change education, sustainable education, artificial intelligence in education, digital learning, English language education, teacher education, educational technology, inclusive education, serta ASEAN education and intercultural competence.
Yang membuat hubungan UNSRI dan CapSU semakin bermakna adalah bahwa kedua universitas telah memiliki Memorandum of Understanding (MoU) dan hubungan tersebut telah diwujudkan melalui sejumlah kegiatan internasional.
Kolaborasi yang telah dilakukan antara lain SEA-Teacher Program secara resiprokal, yang memberikan pengalaman internasional kepada mahasiswa calon guru dari kedua institusi. Tahun 2023, tiga mahasiswa Capsu ikut kegiatan SEA-Teacher Program di FKIP UNSRI selama satu bulan, begitu sebaliknya. Selain itu, kedua universitas juga telah beberapa kali berkolaborasi dalam Webinar on Education serta mengembangkan Joint Research and Publication.
Rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa hubungan UNSRI dan Capsu telah bergerak dari institutional agreement menuju kegiatan akademik yang nyata. Karena itu, ASEAN Celebration 2026 menjadi momentum untuk melihat kembali berbagai peluang yang dapat dikembangkan dari kerja sama yang sudah ada.
Dr. Rita menekankan bahwa penguatan kerja sama internasional tidak selalu harus dimulai dengan program yang besar. “We can start with one connection, one idea, and one collaborative activity. From there, we can grow into a stronger and more sustainable partnership.” Semangat tersebut menjadi penting dalam membangun kerja sama ASEAN yang berkelanjutan. Webinar bersama, guest lecture, pertemuan peneliti, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga publikasi bersama dapat menjadi langkah-langkah kecil yang kemudian berkembang menjadi program akademik yang lebih luas.
Melalui keterlibatan FKIP UNSRI dalam forum tersebut, hubungan CapSU dan UNSRI diharapkan semakin berkembang dari academic exchange menuju deeper collaboration and sustainable partnership. Kerja sama tidak hanya diarahkan pada mobilitas sivitas akademika, tetapi juga pada pengembangan kapasitas, penelitian, publikasi ilmiah, inovasi pendidikan, dan penguatan jejaring akademik ASEAN.
Kegiatan ini sekaligus mendukung agenda SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kesempatan dan pengalaman pendidikan internasional serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan kemitraan lintas negara.
Menutup sesi Country Spotlight, Dr. Rita mengajak sivitas akademika CapSU untuk terus membuka peluang bersama UNSRI. “One ASEAN. Two Universities. Many Opportunities.”
Dari SEA-Teacher, webinar, hingga joint research and publication, hubungan CapSU dan UNSRI telah memiliki fondasi yang kuat. Tantangan berikutnya adalah membuka lebih banyak pintu dan mengubah hubungan tersebut menjadi kolaborasi akademik yang semakin kuat, terarah, dan berkelanjutan.








