Info Sriwijaya, Banyuasin – Sebanyak 20 guru sekolah dasar di Kabupaten Banyuasin mengikuti pelatihan dan pendampingan pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk menyusun modul ajar. Kegiatan yang dilaksanakan Tim Pengabdian PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya tersebut berlangsung di SDN 12 Rambutan, Sungai Pinang, Banyuasin, pada 8 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut mengangkat materi tentang kurikulum, penyusunan modul ajar, serta pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Para guru tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan AI dengan perangkat laptop untuk membantu proses penyusunan modul ajar.

Pelatihan dan pendampingan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi sekaligus memperkuat penerapan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. Dalam rancangan program pengabdian, pemanfaatan AI diarahkan untuk membantu guru mengembangkan materi pembelajaran, asesmen, serta variasi aktivitas pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Ketua Tim Pengabdian PGSD FKIP Universitas Sriwijaya, Dr. Aswasulasikin, M.Pd., mengatakan perkembangan teknologi menuntut guru untuk terus beradaptasi, termasuk dalam memanfaatkan AI untuk mendukung penyusunan modul ajar.
“Kebutuhan pemanfaatan teknologi yang semakin besar membuat guru harus adaptif, salah satunya adalah integrasi penggunaan AI dalam membuat modul ajar agar lebih mempermudah guru dalam menyusun modul ajar,” ujar Aswasulasikin.
Dalam kegiatan tersebut, guru diarahkan untuk tidak sekadar mengenal AI, tetapi menggunakannya secara praktis dalam pekerjaan mereka sebagai pendidik. Guru melakukan praktik penyusunan modul ajar dengan bantuan AI dan mendapatkan pendampingan selama proses tersebut.
Pendekatan tersebut sejalan dengan desain program pengabdian yang menggunakan pendekatan partisipatif, andragogis, dan berbasis praktik. Guru dilibatkan secara aktif melalui diskusi, praktik, refleksi, serta pendampingan dalam menyusun dan menyempurnakan modul ajar.
Program ini juga menempatkan guru sebagai co-creator dalam penyusunan modul ajar sehingga produk yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata di sekolah. Dalam rancangan kegiatan, setiap guru ditargetkan menghasilkan setidaknya satu draf modul ajar berdiferensiasi berbantuan AI untuk kemudian ditelaah, direvisi, dan diimplementasikan dalam pembelajaran.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bagian dari dukungan terhadap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam penguatan kualitas pendidikan.
Netta mengatakan peningkatan mutu pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.
“Peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Netta.

Melalui program tersebut, Tim Pengabdian PGSD FKIP Universitas Sriwijaya juga merancang keberlanjutan kegiatan melalui penyediaan panduan praktis penggunaan AI dalam pembelajaran, pembentukan komunitas belajar guru, pendampingan lanjutan secara daring, serta integrasi program dengan kegiatan sekolah dan desa binaan.
Tim pengabdian terdiri atas Dr. Aswasulasikin, M.Pd., Ilham Arya Susanto, M.Pd., Bunda Harini, M.Pd., Nurdin Kamil, M.Pd., Mazda Leva Okta Safitri, M.Pd., serta seluruh mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan sesuai dengan pembagian tugas tim.
Program pendampingan ini diharapkan dapat membantu guru memanfaatkan perkembangan teknologi secara lebih tepat guna, sekaligus mendorong lahirnya praktik pembelajaran yang lebih adaptif terhadap keberagaman kebutuhan siswa.








