Info Sriwijaya, Yogyakarta – Dua dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr. Dra. Sakdiah Wati, M.Pd. dan Drs. Mustopa, M.Pd., turut ambil bagian dalam Konferensi Ilmiah Kesusastraan (KIK) Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) ke-36 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pada 26–27 Oktober 2026.
Dalam konferensi ilmiah tersebut, keduanya hadir sebagai presenter atau pemakalah dengan mengangkat topik bertajuk “The Future of Children’s Literature in The Digital Era: A Study of Cybernetic Literature”. Kajian ini membahas masa depan sastra anak di tengah perkembangan teknologi digital, khususnya terkait kemunculan dan perkembangan sastra sibernetik.
Partisipasi kedua akademisi FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mengembangkan kajian kesusastraan, sekaligus memperluas ruang pertukaran gagasan ilmiah di tingkat nasional.
Melalui materi yang dipresentasikan, Sakdiah Wati dan Mustopa mengangkat isu mengenai perubahan lanskap sastra anak seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Era digital telah menghadirkan berbagai bentuk baru dalam produksi, penyebaran, dan konsumsi karya sastra, termasuk karya sastra yang memanfaatkan teknologi digital sebagai medium penciptaannya.
Sastra sibernetik menjadi salah satu fenomena yang menarik untuk dikaji karena menawarkan pengalaman literasi yang berbeda dibandingkan sastra konvensional. Kehadiran unsur multimedia, interaktivitas, serta keterlibatan pembaca dalam ruang digital membuka peluang bagi pengembangan kreativitas dan pengalaman membaca anak.
Di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan, terutama berkaitan dengan kualitas konten, nilai pendidikan, perkembangan karakter, serta kemampuan literasi digital anak. Oleh karena itu, diperlukan perhatian dari kalangan akademisi, pendidik, dan pemerhati sastra untuk memastikan bahwa perkembangan sastra digital tetap memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter dan kemampuan literasi generasi muda.
Kajian yang dipresentasikan kedua dosen tersebut juga menempatkan sastra anak sebagai bidang yang perlu terus beradaptasi dengan perubahan zaman. Inovasi teknologi tidak hanya menjadi sarana penyampaian karya, tetapi juga dapat membuka kemungkinan baru dalam pengembangan bentuk, struktur, dan pengalaman apresiasi sastra anak.
Keikutsertaan Dr. Dra. Sakdiah Wati, M.Pd. dan Drs. Mustopa, M.Pd. dalam KIK HISKI ke-36 diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik, memperluas wawasan keilmuan, serta mendorong pengembangan penelitian kesusastraan di lingkungan FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang.
Kehadiran keduanya sekaligus menunjukkan keterlibatan akademisi Universitas Muhammadiyah Palembang dalam forum ilmiah nasional yang menjadi ruang berbagi pengetahuan, gagasan, dan hasil penelitian untuk menjawab tantangan perkembangan sastra dan literasi di era digital.









