Info Sriwijaya, Kayu Agung – 6 Juli 2026, Transformasi digital telah mengubah wajah pendidikan secara signifikan. Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), guru tidak lagi cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga dituntut mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, kritis, dan beretika. Pesan inilah yang disampaikan Dr. Darmawan Budiyanto, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Tridinanti Palembang, saat menjadi narasumber dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Ogan Komering Ilir (UNISKI) Kayuagung, Senin (6/7/2026).
Kuliah umum yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dan dosen tersebut mengangkat tema “Artificial Intelligence dalam Pendidikan: Peluang, Tantangan, dan Etika bagi Calon Guru.” Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FKIP UNISKI Kayuagung dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan terhadap perkembangan dunia pendidikan abad ke-21.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP Universitas Islam Ogan Komering Ilir Kayuagung, Dr. Dewi Sartika, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus direspons melalui peningkatan kompetensi akademik dan profesional calon guru. Selain menguasai kemampuan menulis karya ilmiah, mahasiswa juga perlu memiliki literasi digital dan pemahaman yang memadai mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence dalam proses pembelajaran.
Mengawali paparannya, Dr. Darmawan mengajak peserta melihat Artificial Intelligence dari perspektif yang lebih seimbang. Menurutnya, AI bukan ancaman bagi profesi guru, melainkan teknologi yang dapat memperkuat kualitas pembelajaran apabila digunakan secara tepat.
Beliau menjelaskan bahwa AI mampu membantu guru menyusun perangkat pembelajaran, mengembangkan media ajar yang lebih menarik, menyusun asesmen, hingga memberikan pengalaman belajar yang lebih personal sesuai kebutuhan peserta didik. Di sisi lain, perkembangan teknologi tersebut juga menghadirkan tantangan berupa ketergantungan terhadap AI, potensi informasi yang tidak akurat, kesenjangan akses teknologi, serta persoalan etika akademik yang harus menjadi perhatian setiap pendidik.
“Kita tidak sedang berlomba melawan Artificial Intelligence. Yang harus kita lakukan adalah belajar memanfaatkannya secara bijaksana. AI tidak akan menggantikan guru, tetapi guru yang mampu memanfaatkan AI secara efektif akan lebih siap menghadapi perubahan pendidikan. Karena pada akhirnya, yang membentuk karakter peserta didik bukanlah teknologi, melainkan keteladanan, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan yang dimiliki seorang guru,” ungkap Dr. Darmawan Budiyanto, M.Pd.
Lebih lanjut, Dr. Darmawan menekankan bahwa calon guru harus mengembangkan empat kompetensi utama agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, yaitu AI Literacy, Digital Literacy, Critical Thinking, dan Ethical Awareness. Menurutnya, kemampuan menggunakan AI harus selalu diiringi dengan kebiasaan memverifikasi informasi, menjaga integritas akademik, serta mempertimbangkan dampak sosial dan etika dari setiap penggunaan teknologi.
Penyampaian materi berlangsung interaktif. Melalui berbagai contoh implementasi AI dalam dunia pendidikan, Dr. Darmawan mengajak mahasiswa berdiskusi mengenai bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa mengurangi peran guru sebagai pendidik. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari penggunaan AI dalam penyusunan perangkat pembelajaran, penulisan karya ilmiah, hingga batasan etis dalam pemanfaatan AI di lingkungan akademik.
Selain menghadirkan Dr. Darmawan Budiyanto, kuliah umum tersebut juga menghadirkan Prof. Dr. Annisa Astrid, M.Pd. dari Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang yang membawakan materi mengenai strategi mentransformasikan skripsi menjadi artikel ilmiah untuk publikasi jurnal. Kedua materi tersebut saling melengkapi dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik dan profesional yang dibutuhkan di era transformasi digital.
Keikutsertaan Dr. Darmawan Budiyanto, M.Pd. sebagai narasumber pada kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Universitas Tridinanti Palembang dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui kolaborasi antarperguruan tinggi. Melalui forum akademik seperti ini, diharapkan semakin banyak calon guru yang tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki kebijaksanaan dalam menggunakannya demi menciptakan pembelajaran yang inovatif, humanis, dan berintegritas.








