FKIP UM Palembang Soroti Fenomena Deviasi Berbahasa di Era Digital Lewat Seminar Nasional

- Penulis

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Info Sriwijaya – Palembang, Fenomena semakin maraknya penyimpangan penggunaan bahasa Indonesia di ruang digital menjadi perhatian Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palembang. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia menggelar Seminar Nasional bertajuk “Antisipasi Deviasi Berbahasa dalam Era Komunikasi Digital” di Gedung Jakfar Murod Universitas Muhammadiyah Palembang, Kamis (25/6/2026).

Seminar mengangkat tema “Menjawab Tantangan Deviasi Berbahasa di Ruang Digital dengan Pendekatan Akademik, Solusi Edukatif, dan Peran Generasi Muda dalam Menjaga Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar.” Kegiatan ini diikuti dosen, mahasiswa, guru, serta pemerhati bahasa yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan bahasa Indonesia di tengah pesatnya kemajuan teknologi komunikasi.

Untuk memperkaya perspektif peserta, panitia menghadirkan tiga akademisi sebagai narasumber, yakni Dr. Haryadi, M.Pd., dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang yang juga sebagai Wakil Ketua HISKI Komisariat Sumsel, Dr. Izzah Zen Syukri, M.Pd., dosen FKIP Universitas Sriwijaya dan sebagai Koordinator Bidang Pengembangan HISKI Sumsel, serta Dr. Andri Wicaksono, M.Pd., dosen Pascasarjana STKIP PGRI Bandar Lampung. Ketiganya membahas fenomena deviasi berbahasa yang semakin sering ditemukan di media sosial dan platform digital, sekaligus menawarkan berbagai pendekatan akademik dan edukatif untuk menjaga eksistensi bahasa Indonesia.

Baca Juga :  FKIP UNSRI Apresiasi 22 Guru Besar: Modal Akademik Menuju Fakultas Bereputasi Global

Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd., mengatakan perkembangan teknologi digital telah membawa dampak besar terhadap penggunaan bahasa Indonesia. Masuknya berbagai istilah asing menjadi hal yang tidak dapat dihindari, namun masyarakat tetap harus mampu menjaga identitas bahasa nasional.

“Bahasa Indonesia harus tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Perkembangan teknologi boleh berlangsung sangat cepat, tetapi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar tetap harus menjadi budaya, terutama di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Menurut Prof. Indawan, bahasa Indonesia saat ini juga semakin mendapat perhatian masyarakat internasional. Kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi seluruh akademisi, guru, sastrawan, dan pemerhati bahasa untuk terus menjaga, mengembangkan, serta membudayakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik di berbagai ruang komunikasi, termasuk media digital.

Baca Juga :  WD I FKIP UNSRI Prof. Rita Inderawati Perkuat Jejaring Sastra Internasional melalui HISKI

Ia berharap seminar nasional ini tidak hanya menjadi forum diskusi akademik, tetapi juga mampu melahirkan rekomendasi dan solusi nyata dalam menghadapi berbagai bentuk deviasi berbahasa yang berkembang di era digital.

Sementara itu, para narasumber sepakat bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya derasnya pengaruh bahasa asing, tetapi juga rendahnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia secara tepat di media digital. Oleh karena itu, pendidikan bahasa, penguatan literasi digital, dan pembiasaan berbahasa yang baik dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga martabat bahasa Indonesia.

Seminar berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang mendapat respons antusias dari para peserta. Beragam pertanyaan dan gagasan yang muncul menunjukkan tingginya kepedulian civitas akademika terhadap upaya menjaga bahasa Indonesia agar tetap relevan, adaptif, sekaligus menjadi identitas bangsa di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.

Penulis : Ridho

Berita Terkait

Tingkatkan Kompetensi Guru, Unsri Gelar Workshop Pembuatan E-Book Berbasis AI di Ogan Ilir
Dorong Kreativitas Menulis, Tim Dosen PBSI FKIP Unsri Gelar Pelatihan E-LKM Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi
Dosen FKIP UM Palembang Angkat Masa Depan Sastra Anak di Era Digital pada KIK HISKI ke-36
WD I FKIP UNSRI Prof. Rita Inderawati Perkuat Jejaring Sastra Internasional melalui HISKI
FKIP UNSRI Apresiasi 22 Guru Besar: Modal Akademik Menuju Fakultas Bereputasi Global
HISKI Sumsel Ukir Prestasi Nasional, Raih Penghargaan atas Dedikasi Pengembangan Sastra
Ini Pendapat Sasa, Pemudi Berprestasi Sumsel Usai Peringati Sumpah Pemuda ke-98
Ketika AI Bisa Menulis, Apa yang Masih Harus Dipelajari Manusia?
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 15:26 WIB

Tingkatkan Kompetensi Guru, Unsri Gelar Workshop Pembuatan E-Book Berbasis AI di Ogan Ilir

Selasa, 3 November 2026 - 23:26 WIB

Dosen FKIP UM Palembang Angkat Masa Depan Sastra Anak di Era Digital pada KIK HISKI ke-36

Minggu, 1 November 2026 - 23:03 WIB

WD I FKIP UNSRI Prof. Rita Inderawati Perkuat Jejaring Sastra Internasional melalui HISKI

Minggu, 1 November 2026 - 21:55 WIB

FKIP UNSRI Apresiasi 22 Guru Besar: Modal Akademik Menuju Fakultas Bereputasi Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:32 WIB

HISKI Sumsel Ukir Prestasi Nasional, Raih Penghargaan atas Dedikasi Pengembangan Sastra

Berita Terbaru