Info Sriwijaya, Palembang, 6 Oktober 2026 – Tantangan pendidikan global semakin dekat dengan ruang kelas. Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (UNSRI) mempertemukan guru-guru SMP dan SMA Srijaya Negara Labschool UNSRI dengan pakar internasional melalui Workshop dan Sosialisasi Soal-Soal PISA dan Penyelesaiannya, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 FKIP UNSRI Kampus Ogan, Palembang, tersebut menghadirkan Dr. Maarten Dolk sebagai narasumber dari Utrecht University, Belanda. Workshop yang diketuai oleh Prof. Dr. Hapizah, M.T., M.Si. ini dibuka oleh Dekan FKIP UNSRI, Dr. Hartono, M.A., dan dihadiri Wakil Dekan I Prof. Dr. Rita Inderawati, M.Pd., Wakil Dekan III Prof. Dr. Ratu Ilmu, jajaran akademik FKIP, Ketua Pusat Unggulan Riset PMRI/PISA FKIP UNSRI, Prof. Dr. Zulkardi, M.Ikom., Sekretaris Yayasan Srijaya Negara, Dr. Kodri Madang, M.Si. serta beberapa pimpinan Labschool yang mewakili kepala SMA, Syarial, M.Pd.
Kehadiran para guru dalam kegiatan ini menandai pentingnya memperkuat pemahaman pendidik terhadap karakteristik Programme for International Student Assessment (PISA). PISA tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjawab pertanyaan, tetapi menuntut kemampuan peserta didik menggunakan pengetahuan dalam menghadapi persoalan dan situasi yang lebih kontekstual.
Karena itu, pemahaman terhadap bentuk soal dan strategi penyelesaiannya menjadi bagian penting dalam pengembangan pembelajaran. Guru perlu memiliki wawasan bagaimana menghadirkan aktivitas belajar yang mendorong peserta didik untuk bernalar, menganalisis informasi, memecahkan masalah, dan menerapkan pengetahuan.
Workshop tidak diarahkan sekadar sebagai latihan mengerjakan soal. Lebih jauh, forum ini menjadi kesempatan bagi guru untuk mendiskusikan bagaimana karakteristik soal PISA dapat dipahami dan direspons melalui strategi pembelajaran di kelas.
Di sinilah kehadiran pakar internasional menjadi penting. Perspektif yang dibawa ke dalam forum memberikan kesempatan kepada guru untuk memperluas wawasan mengenai asesmen pendidikan dan menghubungkannya dengan praktik pembelajaran yang berlangsung di sekolah.
Bagi FKIP UNSRI, penguatan kapasitas guru juga merupakan bagian dari hubungan akademik yang lebih erat antara perguruan tinggi dan sekolah. Guru tidak hanya menjadi penerima program, tetapi mitra dalam membangun ekosistem pendidikan yang terus berkembang.
Keterlibatan SMP dan SMA Srijaya Negara Labschool UNSRI memperkuat posisi sekolah mitra sebagai ruang implementasi dan pengembangan praktik pendidikan.
Kehadiran Dr. Kodri Madang, M.Si., Sekretaris Yayasan Srijaya Negara, bersama pimpinan FKIP UNSRI menunjukkan adanya dukungan kelembagaan terhadap penguatan kompetensi guru dan peningkatan kualitas pembelajaran.
Sementara itu, keterlibatan Prof. Rita dan Prof. Ratu sebagai pimpinan fakultas menegaskan bahwa pengembangan kapasitas sekolah menjadi bagian dari ekosistem akademik FKIP UNSRI yang menghubungkan pendidikan tinggi, pendidikan sekolah, dan jejaring keilmuan internasional.
Workshop ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman terhadap soal PISA. Pengetahuan yang diperoleh guru dapat menjadi bahan refleksi untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih menantang kemampuan berpikir siswa.
Dengan demikian, pembahasan PISA dapat bergerak dari “bagaimana menjawab soal” menuju “bagaimana membangun cara berpikir”.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat peran FKIP UNSRI dalam mendukung guru agar semakin siap menghadapi tuntutan pendidikan yang terus berubah dan semakin terhubung dengan perkembangan pendidikan global.
PISA boleh hadir sebagai asesmen internasional, tetapi penguatan kualitas pendidikan tetap dimulai dari guru dan ruang kelas. SDGs terkait: SDGs 4








