Guru Srijaya Negara Labschool UNSRI Siap Hadapi Tantangan PISA, FKIP UNSRI Hadirkan Pakar Internasional

- Penulis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Info Sriwijaya, Palembang, 6 Oktober 2026 – Tantangan pendidikan global semakin dekat dengan ruang kelas. Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (UNSRI) mempertemukan guru-guru SMP dan SMA Srijaya Negara Labschool UNSRI dengan pakar internasional melalui Workshop dan Sosialisasi Soal-Soal PISA dan Penyelesaiannya, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 FKIP UNSRI Kampus Ogan, Palembang, tersebut menghadirkan Dr. Maarten Dolk sebagai narasumber dari Utrecht University, Belanda. Workshop yang diketuai oleh Prof. Dr. Hapizah, M.T., M.Si. ini dibuka oleh Dekan FKIP UNSRI, Dr. Hartono, M.A., dan dihadiri Wakil Dekan I Prof. Dr. Rita Inderawati, M.Pd., Wakil Dekan III Prof. Dr. Ratu Ilmu, jajaran akademik FKIP, Ketua Pusat Unggulan Riset PMRI/PISA FKIP UNSRI, Prof. Dr. Zulkardi, M.Ikom., Sekretaris Yayasan Srijaya Negara, Dr. Kodri Madang, M.Si. serta beberapa pimpinan Labschool yang mewakili kepala SMA, Syarial, M.Pd.

Kehadiran para guru dalam kegiatan ini menandai pentingnya memperkuat pemahaman pendidik terhadap karakteristik Programme for International Student Assessment (PISA). PISA tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjawab pertanyaan, tetapi menuntut kemampuan peserta didik menggunakan pengetahuan dalam menghadapi persoalan dan situasi yang lebih kontekstual.

Baca Juga :  UNISA Palembang Gelar Pembukaan PK2MB dan Baitul Arqom Mahasiswa 2026, Siapkan Generasi Berilmu dan Berkemajuan

Karena itu, pemahaman terhadap bentuk soal dan strategi penyelesaiannya menjadi bagian penting dalam pengembangan pembelajaran. Guru perlu memiliki wawasan bagaimana menghadirkan aktivitas belajar yang mendorong peserta didik untuk bernalar, menganalisis informasi, memecahkan masalah, dan menerapkan pengetahuan.

Workshop tidak diarahkan sekadar sebagai latihan mengerjakan soal. Lebih jauh, forum ini menjadi kesempatan bagi guru untuk mendiskusikan bagaimana karakteristik soal PISA dapat dipahami dan direspons melalui strategi pembelajaran di kelas.
Di sinilah kehadiran pakar internasional menjadi penting. Perspektif yang dibawa ke dalam forum memberikan kesempatan kepada guru untuk memperluas wawasan mengenai asesmen pendidikan dan menghubungkannya dengan praktik pembelajaran yang berlangsung di sekolah.
Bagi FKIP UNSRI, penguatan kapasitas guru juga merupakan bagian dari hubungan akademik yang lebih erat antara perguruan tinggi dan sekolah. Guru tidak hanya menjadi penerima program, tetapi mitra dalam membangun ekosistem pendidikan yang terus berkembang.

Keterlibatan SMP dan SMA Srijaya Negara Labschool UNSRI memperkuat posisi sekolah mitra sebagai ruang implementasi dan pengembangan praktik pendidikan.
Kehadiran Dr. Kodri Madang, M.Si., Sekretaris Yayasan Srijaya Negara, bersama pimpinan FKIP UNSRI menunjukkan adanya dukungan kelembagaan terhadap penguatan kompetensi guru dan peningkatan kualitas pembelajaran.
Sementara itu, keterlibatan Prof. Rita dan Prof. Ratu sebagai pimpinan fakultas menegaskan bahwa pengembangan kapasitas sekolah menjadi bagian dari ekosistem akademik FKIP UNSRI yang menghubungkan pendidikan tinggi, pendidikan sekolah, dan jejaring keilmuan internasional.

Baca Juga :  Dari Johor, FKIP UNSRI Ketuk Pintu Jejaring Pendidikan Malaysia

Workshop ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman terhadap soal PISA. Pengetahuan yang diperoleh guru dapat menjadi bahan refleksi untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih menantang kemampuan berpikir siswa.
Dengan demikian, pembahasan PISA dapat bergerak dari “bagaimana menjawab soal” menuju “bagaimana membangun cara berpikir”.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat peran FKIP UNSRI dalam mendukung guru agar semakin siap menghadapi tuntutan pendidikan yang terus berubah dan semakin terhubung dengan perkembangan pendidikan global.
PISA boleh hadir sebagai asesmen internasional, tetapi penguatan kualitas pendidikan tetap dimulai dari guru dan ruang kelas. SDGs terkait: SDGs 4

Berita Terkait

Unsri dan University of Malaya Bahas Jejaring Islam, Intelektual, dan Budaya Palembang
Dari Johor, FKIP UNSRI Ketuk Pintu Jejaring Pendidikan Malaysia
Lawan “Brain Rot”, WD I FKIP UNSRI Serukan Generasi Literat di Era AI
Ketika Bahasa Bertemu Sastra: Tokoh, Karakter, dan Perjalanan Menjadi Manusia
SULE-IC 2026 Dorong Inovasi Pembelajaran untuk Capai SDGs
Dari Pempek hingga “Hero”: Gala Dinner SULE-IC 2026 Merayakan Budaya, Musik, dan Persahabatan Akademik
UNISA Palembang Gelar Pembukaan PK2MB dan Baitul Arqom Mahasiswa 2026, Siapkan Generasi Berilmu dan Berkemajuan
Institusi Pendidikan di Paris Anugerahkan Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi kepada Dr. Irzanita
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:04 WIB

Guru Srijaya Negara Labschool UNSRI Siap Hadapi Tantangan PISA, FKIP UNSRI Hadirkan Pakar Internasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Unsri dan University of Malaya Bahas Jejaring Islam, Intelektual, dan Budaya Palembang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Dari Johor, FKIP UNSRI Ketuk Pintu Jejaring Pendidikan Malaysia

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Lawan “Brain Rot”, WD I FKIP UNSRI Serukan Generasi Literat di Era AI

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Ketika Bahasa Bertemu Sastra: Tokoh, Karakter, dan Perjalanan Menjadi Manusia

Berita Terbaru