INFO SRIWIJAYA – Himpunan Sarjana-Kesusasteraan Indonesia (HISKI) Komisariat Sumatera Selatan menggelar Pelatihan Menulis Sastra Religius dengan mengusung tema “Sastra Religius sebagai Cahaya Peradaban”. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan, yang dilaksanakan pada Sabtu, 7 Maret 2026, bertempat di Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan yang beralamat di Jalan Seniman Amri Yahya, Kompleks Taman Budaya Sriwijaya, Kota Palembang.
Pelatihan ini akan diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri atas anggota HISKI Komisariat Sumatera Selatan, dosen, penggiat sastra serta perwakilan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia tingkat SMP dan SMA di Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut, bertujuan meningkatkan kemampuan menulis sastra religius sekaligus memperkuat peran sastra sebagai media pembentukan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.
Ketua HISKI Komisariat Sumatera Selatan, Ernalida, S.Pd., M.Hum., Ph.D. mengatakan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada penguatan teori sastra religius, tetapi juga praktik menulis yang dibimbing langsung oleh narasumber yang berkompeten di bidang sastra.
“Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu menghasilkan karya sastra religius yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral dan spiritual yang dapat menjadi cahaya bagi peradaban. Hadir sebagai narasumber yakni Dr. Haryadi, M.Pd., merupakan Wakil Ketua HISKI Komisariat Sumsel (Dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang) dan Anwar Putra Bayu (Sastrawan Sumsel) ” ujarnya.
Sebagai luaran kegiatan, seluruh karya peserta akan dihimpun dan diterbitkan dalam sebuah antologi sastra religius. Antologi tersebut diharapkan menjadi wadah ekspresi kreatif sekaligus kontribusi nyata bagi perkembangan sastra religius di Sumatera Selatan.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan, Desi Ari Pressanti, S.S., M.Hum., dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Menulis Sastra Religius menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan literasi tersebut.
Ia menyambut baik pelaksanaan kegiatan yang berfokus pada pengembangan bahasa dan sastra khususnya di Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan.
“Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan menyambut baik kegiatan literasi, bahasa, dan sastra yang digelar di sini. Terima kasih atas kolaborasi yang telah terjalin sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Desi Ari Pressanti.
Menurutnya, kegiatan pelatihan menulis sastra religius ini menjadi bukti adanya semangat bersama dari berbagai pihak dalam mengembangkan kesusastraan di daerah.
“Kegiatan ini menjadi bukti semangat kita bersama dalam mengembangkan sastra di Sumatera Selatan. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk terus mendorong lahirnya karya-karya sastra yang berkualitas,” tambahnya.
Ia juga berharap pelatihan ini dapat melahirkan karya-karya sastra religius yang tidak hanya memperkaya khazanah sastra daerah, tetapi juga memberikan kontribusi bagi perkembangan sastra Indonesia secara lebih luas. (RAS)






