jadwal imsakiyah ramadhan 2026 palembang

- Penulis

Jumat, 20 Februari 2026 - 02:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1. Puasa pada Umat-Umat Terdahulu
Jauh sebelum Nabi Muhammad SAW lahir, umat-umat terdahulu sudah mengenal puasa. Hal ini bahkan disebutkan dalam Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 183) yang menyatakan bahwa puasa diwajibkan kepada umat sebelum Islam agar mereka bertakwa.

Nabi Adam AS: Konon melakukan puasa tiga hari setiap bulan (Ayyamul Bidh).

Nabi Daud AS: Dikenal dengan puasa selang-seling (sehari puasa, sehari tidak).

Nabi Musa AS: Melakukan puasa 40 hari saat berada di Gunung Sinai.

Tradisi Lain: Bangsa Yunani kuno, Mesir kuno, hingga kaum Nasrani dan Yahudi memiliki tradisi puasa dengan tata cara dan tujuan yang berbeda-beda (biasanya untuk penyucian diri atau duka cita).

Baca Juga :  Indahnya Ramadhan di Ayola Sentosa Hotel Palembang Moments of Togetherness, Flavors to Remember

2. Awal Mula Puasa dalam Islam
Sebelum perintah puasa Ramadan turun, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat awalnya melakukan Puasa Asyura (10 Muharram) dan puasa tiga hari setiap bulan.

Titik balik sejarahnya terjadi pada tahun ke-2 Hijriah:

Turunnya Wahyu: Allah menurunkan perintah wajib puasa Ramadan melalui surah Al-Baqarah ayat 183.

Konteks Waktu: Perintah ini turun di bulan Sya’ban, saat umat Muslim baru sekitar 18 bulan hijrah ke Madinah.

Ujian Fisik: Tahun pertama puasa Ramadan merupakan tantangan berat karena saat itu juga terjadi Perang Badar, namun para sahabat tetap teguh menjalankan kewajiban tersebut.

3. Evolusi Aturan Puasa
Menariknya, aturan puasa di awal-awal kewajiban tidak “selonggar” sekarang:

Baca Juga :  “RUBY – Al Barokah: Iftar Penuh Berkah Yang Bikin Ramadhan Terasa Lebih Dekat di Harper Palembang”

Dulu: Jika seseorang tertidur setelah berbuka, maka sejak bangun tidur (meski masih malam), ia sudah dianggap memulai puasa lagi dan tidak boleh makan hingga magrib besoknya.

Sekarang: Allah memberikan keringanan melalui ayat selanjutnya, sehingga kita dibolehkan makan, minum, dan berhubungan suami-istri sepanjang malam hingga fajar (Imsak) tiba.

Mengapa Puasa Dipertahankan Sepanjang Sejarah?
Secara historis dan filosofis, puasa bertahan ribuan tahun karena fungsinya yang universal:

Detoksifikasi Spiritual: Membersihkan hati dari ego.

Empati Sosial: Merasakan penderitaan orang yang kelaparan.

Kesehatan: Sebagai sarana “istirahat” bagi organ pencernaan.

Berita Terkait

IBIS PALEMBANG SANGGAR RAYAKAN ANNIVERSARY KE-3 DENGAN SEMANGAT KEBERSAMAAN DAN INOVASI
Sultan Muda Sumsel 2026 Diluncurkan, Herman Deru Tekankan UMKM Naik Kelas dan Melek Digital
Gubernur Herman Deru Dorong Sultan Muda Jadi Motor Kreativitas dan Pertumbuhan Ekonomi Sumsel
Rayakan Kebersamaan Idul Fitri 2026 dengan Beragam Promo Spesial di THE 101 Palembang Rajawali
Masih Perencanaan, Ketua DPRD Sumsel Tegaskan Pengadaan Meja Biliar untuk Pimpinan Bisa Dibatalkan
Perkuat Silaturahmi dan Semangat Pengusaha Muda, Gubernur Herman Deru Buka Puasa Bersama HIPMI Sumsel
Tawuran Maut Terjadi di Palembang, Polisi Kejar Dua Pelaku
Pembanyaran dan Pembelian Belum Terpenuhi, Pemilik Tanah Tutup Akses Jalan Perumahan dan Ruko di Jalan KH Balqi Palembang
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 18:36 WIB

IBIS PALEMBANG SANGGAR RAYAKAN ANNIVERSARY KE-3 DENGAN SEMANGAT KEBERSAMAAN DAN INOVASI

Sabtu, 25 April 2026 - 23:06 WIB

Sultan Muda Sumsel 2026 Diluncurkan, Herman Deru Tekankan UMKM Naik Kelas dan Melek Digital

Sabtu, 25 April 2026 - 23:01 WIB

Gubernur Herman Deru Dorong Sultan Muda Jadi Motor Kreativitas dan Pertumbuhan Ekonomi Sumsel

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:02 WIB

Rayakan Kebersamaan Idul Fitri 2026 dengan Beragam Promo Spesial di THE 101 Palembang Rajawali

Senin, 9 Maret 2026 - 05:46 WIB

Masih Perencanaan, Ketua DPRD Sumsel Tegaskan Pengadaan Meja Biliar untuk Pimpinan Bisa Dibatalkan

Berita Terbaru