Info Sriwijaya.com, Palembang, 11 Juli 2026 – Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Sumatera Selatan bersama Koalisi Masyarakat Puisi secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai bentuk komitmen memperkuat pengembangan sastra, literasi, dan pelestarian budaya lokal. Penandatanganan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) bertema, Pemertahanan Seni dan Budaya Kota Palembang di Gedung Kesenian Palembang.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Ketua HISKI Komisariat Sumatera Selatan, Ernalida, S.Pd., M.Hum., Ph.D., bersama Ketua Koalisi Masyarakat Puisi, Anwar Putra Bayu, serta disaksikan Ketua Dewan Kesenian Palembang, Dr. M. Nasir, M.Pd., beserta akademisi dan pegiat seni budaya Sumatera Selatan. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan antara kalangan akademisi dan komunitas sastra yang selama ini bergerak di lapangan.
Ketua Koalisi Masyarakat Puisi, Anwar Putra Bayu, menjelaskan bahwa kolaborasi ini akan menjadi jembatan antara dunia akademik dan praktisi sastra. Menurutnya, sinergi tersebut akan menghasilkan berbagai program yang menggabungkan kajian ilmiah dengan praktik kreatif, seperti sayembara penulisan puisi, diskusi sastra, pelatihan kepenulisan, hingga kegiatan literasi yang menyasar pelajar dan mahasiswa. Ia berharap kolaborasi ini mampu memperkuat budaya literasi sekaligus melahirkan generasi muda yang lebih mencintai sastra Indonesia, khususnya sastra lokal Palembang.

Sementara itu, Ketua HISKI Komisariat Sumsel, Ernalida, Ph.D., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi nyata dari komitmen HISKI dalam menginventarisasi, mendokumentasikan, dan memperkenalkan seni budaya Palembang kepada masyarakat luas melalui kegiatan akademik dan publikasi ilmiah. Salah satu program yang telah direncanakan adalah penyusunan book chapter mengenai seni dan budaya Palembang sebagai media edukasi sekaligus dokumentasi budaya daerah.
Melalui kerja sama tersebut, kedua lembaga berharap mampu membangun ekosistem sastra yang lebih kuat, memperluas jejaring kolaborasi, serta meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya sastra lokal sebagai bagian penting dari identitas budaya bangsa (Haryadi).








