Infosriwijaya, Palembang, 24 September 2026 — Upaya memperkuat inovasi pendidikan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi fokus utama The 7th Sriwijaya University Learning and Education International Conference (SULE-IC 2026) yang resmi dibuka di Aryaduta Hotel Palembang, Kamis (24/9).
Mengusung tema “Innovative Learning for Sustainable Development Goals (SDGs)”, konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya) tersebut mempertemukan akademisi, pendidik, peneliti, presenter, dan peserta dari Indonesia serta komunitas akademik internasional. Selama tiga hari, SULE-IC 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan hasil penelitian, praktik pendidikan, inovasi pembelajaran, dan peluang kolaborasi akademik.
Pembukaan konferensi diawali dengan Tari Tanggai, dilanjutkan dengan upacara pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua SULE-IC 2026, Dr. Ketang Wiyono, M.Pd., yang memaparkan pelaksanaan konferensi, jumlah peserta, serta rangkaian kegiatan akademik selama tiga hari.
Dekan FKIP Universitas Sriwijaya, Dr. Hartono, M.A., dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada para pembicara, presenter, dan peserta. Ia menekankan pentingnya membangun ruang akademik yang memungkinkan peneliti dan pendidik bertukar gagasan serta memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pendidikan.
Sementara itu, konferensi secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. Rujito Agus Suwignyo, yang hadir mewakili Rektor Universitas Sriwijaya. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan mutu akademik, inovasi pendidikan, dan kolaborasi internasional dalam merespons perkembangan serta tantangan pendidikan.
SULE-IC 2026 mencatat partisipasi akademik yang luas dengan 392 presenter, terdiri atas 95 presenter secara luring dan 297 presenter secara daring. Selain itu, konferensi diikuti 210 peserta, yang terdiri atas 13 peserta luring dan 197 peserta daring.
Dimensi internasional konferensi semakin terlihat melalui kehadiran komunitas akademik dari berbagai negara, termasuk mahasiswa doktoral dari FEST, Universiti Teknologi Malaysia, mahasiswa SEA-Teacher dari Filipina, dan mahasiswa Darmasiswa dari Myanmar.
Keragaman peserta tersebut membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan dan perspektif sekaligus memperluas jejaring akademik lintas institusi dan negara.
Salah satu agenda utama hari pertama adalah keynote presentations yang menghadirkan akademisi dari Finlandia, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Indonesia.
Para keynote speakers adalah Prof. Dr. Kristof Fenyvesi dari University of Jyväskylä, Finlandia; Prof. Dr. Mi Yung Hong dari Korea National University of Education, Korea Selatan; Prof. Dr. Kathy Cabe Trundle dari Utah State University, Amerika Serikat; Prof. Gillian Roehrig dari University of Minnesota, Amerika Serikat; Prof. Takuya Baba, Ph.D. dari Hiroshima University, Jepang; Assoc. Prof. Csilla Weninger dari Nanyang Technological University, Singapura; Prof. Madya Dr. Abu Hanifah Haris dari Universiti Malaya, Malaysia; serta Dr. Imam Sujadi, M.Si. dari Universitas Sebelas Maret, Indonesia.
Para pembicara menghadirkan perspektif yang beragam mengenai persoalan pendidikan kontemporer dan peran inovasi dalam membentuk masa depan pembelajaran. Setiap keynote session dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memungkinkan peserta berdialog langsung dengan para pembicara dan memperdalam gagasan yang disampaikan.
Interaksi tersebut memperkuat posisi SULE-IC sebagai forum akademik yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian hasil penelitian, tetapi juga pada dialog ilmiah, pertukaran perspektif, dan pengembangan jejaring kolaborasi.
SULE-IC 2026 juga menghadirkan pengalaman budaya bagi peserta internasional melalui penampilan Tari Tanggai dan EDC Band. Perpaduan agenda akademik dan budaya memberikan warna tersendiri bagi konferensi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal Palembang kepada para peserta.
Rangkaian hari pertama kemudian dilanjutkan dengan Gala Dinner di Aryaduta Hotel Palembang, yang menjadi ruang informal bagi keynote speakers, presenter, peserta, dan panitia untuk berinteraksi serta memperkuat hubungan akademik dan profesional.
Rangkaian SULE-IC 2026 berlanjut pada 25 September di Ogan Campus melalui Parallel Sessions dan International Poster Competition. Pada 26 September, kegiatan dilanjutkan dengan Education Innovation Workshop, juga di Ogan Campus.
Melalui keseluruhan rangkaian tersebut, SULE-IC 2026 menegaskan komitmen FKIP Universitas Sriwijaya untuk menjadikan inovasi pembelajaran sebagai bagian dari upaya menjawab tantangan pendidikan dan mendukung pencapaian SDGs.
Lebih dari sekadar forum presentasi penelitian, SULE-IC 2026 menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, mempertemukan gagasan, membangun jejaring, dan membuka peluang kolaborasi yang diharapkan terus berkembang setelah konferensi berakhir.
Dari inovasi pembelajaran menuju kolaborasi global, SULE-IC 2026 membawa pendidikan lebih dekat pada agenda pembangunan berkelanjutan.








