Info Sriwijaya, Palembang – 24 September 2026 — Malam Gala Dinner The 7th Sriwijaya University Learning and Education International Conference (SULE-IC 2026) di Hotel Aryaduta Palembang berubah menjadi panggung perjumpaan budaya yang penuh warna. Setelah seharian berkutat dengan gagasan, penelitian, dan diskusi akademik, para keynote speakers, presenter, peserta, dan keluarga besar FKIP Universitas Sriwijaya menikmati malam yang berbeda: malam ketika budaya, musik, dan persahabatan akademik berpadu dalam satu panggung.
Nuansa Sumatera Selatan terasa sejak awal, tetapi suasana kemudian bergerak melintasi berbagai warna budaya—dari tradisi lokal hingga musik populer Barat. Para peserta dari berbagai negara tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga diajak untuk bernyanyi, berdendang, menari, dan menikmati kebersamaan bersama keluarga besar FKIP UNSRI.
Yang membuat malam itu semakin istimewa adalah keterlibatan langsung mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan FKIP UNSRI dalam menghidupkan panggung. Mereka tampil bersama EDS Band, home band FKIP UNSRI yang menjadi pengiring utama sepanjang acara.
EDS Band tampil dengan formasi yang memperlihatkan kekuatan kebersamaan sivitas akademika FKIP. Band ini dipimpin oleh Dr. Didi Jaya Santri, yang juga merupakan gitaris sekaligus Wakil Dekan II FKIP UNSRI.
Di belakang drum tampil Raka, M.Hum., dosen Pendidikan Bahasa Indonesia. Posisi keyboard diisi oleh Andre, M.Pd., dosen PG-PAUD. Satu gitaris lainnya merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia.
Panggung semakin hidup dengan kehadiran dua biduanita yang merupakan mahasiswa PGSD dan Pendidikan Matematika. Sementara itu, suara khas Agung, M.Si., pegawai Dekanat FKIP UNSRI sekaligus salah satu penyanyi andalan fakultas, berhasil menghidupkan suasana melalui lagu-lagu daerah Sumatera Selatan.
Agung bahkan mengajak para peserta dan keynote speakers untuk ikut berdendang bersama, menciptakan suasana yang cair dan akrab. Batas antara tuan rumah dan tamu seolah menghilang. Para akademisi yang datang dari berbagai negara malam itu menjadi bagian dari keluarga besar SULE-IC.
Keistimewaan Gala Dinner SULE-IC 2026 terletak pada keberagaman penampilannya. Warna budaya Sumatera Selatan hadir berdampingan dengan lagu-lagu populer yang akrab di telinga peserta internasional.
Malam semakin berkesan ketika salah seorang mantan penyanyi TVRI Palembang era 1980-an didaulat oleh EDS Band untuk naik ke panggung.

Ia adalah Prof. Dr. Rita Inderawati, M.Pd., Wakil Dekan I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu FKIP UNSRI, yang tahun ini juga dianugerahi gelar tertinggi dalam jabatan akademik seorang dosen: Guru Besar bidang kepakaran LANGUAGE EDUCATION.
Perempuan kelahiran Manado yang kini berusia 59 tahun itu—dengan nada bercanda mengaku “sudah tidak muda lagi”—justru membuktikan bahwa energi dan kecintaan terhadap musik tidak mengenal usia. Diiringi EDS Band, Prof. Rita membawakan salah satu lagu hits kesayangannya, “Hero.”
Penampilan tersebut ternyata menghadirkan cerita tersendiri.
Salah seorang keynote speaker SULE-IC 2026, Assoc. Prof. Csilla Weninger dari National Institute of Education (NIE), Nanyang Technological University, Singapura, ternyata pernah menyaksikan Prof. Rita bernyanyi dalam sebuah seminar di FKIP UNSRI sekitar satu dekade lalu.
Kenangan itu kembali muncul ketika pimpinan FKIP UNSRI melakukan kunjungan kerja sama ke salah satu universitas kelas dunia tersebut. Csilla mengungkapkan bahwa ia masih mengingat penampilan Prof. Rita saat itu.
Malam Gala Dinner akhirnya menjadi ruang yang mempertemukan kembali kenangan akademik, persahabatan internasional, dan musik dalam suasana yang jauh lebih santai.
Dharma Wanita hingga SEA-Teacher Turut Memeriahkan
Kemeriahan tidak berhenti pada penampilan EDS Band. Para ibu-ibu Dharma Wanita turut tampil dengan tarian yang lincah dan penuh energi, mengundang apresiasi dari para tamu.
Suasana internasional semakin terasa ketika mahasiswa SEA-Teacher Program dari MMSU, Filipina, yang sedang melaksanakan praktik mengajar di sekolah mitra FKIP UNSRI, turut menampilkan persembahan. Para mahasiswa tersebut sedang menjalani pengalaman mengajar di Srijaya Negara Labschool UNSRI dan TK Cipta Kreatif Bangsa.
Persembahan lain yang tidak kalah menarik datang dari delegasi Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Sebelas mahasiswa program doktoral bersama salah seorang dosennya, Assoc. Prof. Nor Dayana, tampil membawakan lagu populer “Suci dalam Debu.”
Lagu tersebut seolah menjadi simbol kecil tentang bagaimana sebuah konferensi akademik dapat mempertemukan manusia dari latar budaya yang berbeda dalam satu bahasa universal: musik.
Dua Mahasiswa Jadi Pengikat Suasana
Seluruh rangkaian Gala Dinner dipandu oleh dua mahasiswa FKIP UNSRI, Firman dan Mutiara, yang mampu menjaga suasana tetap hangat, dinamis, dan komunikatif.
Malam itu bukan sekadar agenda pelengkap konferensi. Gala Dinner SULE-IC 2026 menjadi ruang untuk membangun kedekatan setelah pertukaran gagasan akademik, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Palembang dan Sumatera Selatan kepada komunitas akademik internasional.
Di satu sisi, para peserta datang ke SULE-IC membawa penelitian, teori, dan gagasan tentang masa depan pendidikan. Di sisi lain, Gala Dinner mengingatkan bahwa kolaborasi akademik juga dibangun melalui perjumpaan antarmanusia—melalui percakapan, tawa, musik, dan apresiasi terhadap budaya satu sama lain.
Dari Tari Tanggai hingga Hero, dari lagu-lagu Sumatera Selatan hingga Suci dalam Debu, Gala Dinner SULE-IC 2026 menghadirkan satu pesan sederhana tetapi kuat:
Ilmu mempertemukan gagasan, tetapi budaya dan musik mempertemukan manusia.
Malam itu, Aryaduta Palembang bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya Gala Dinner. Ia menjadi panggung kecil persahabatan internasional, tempat FKIP UNSRI memperlihatkan bahwa konferensi akademik dapat berlangsung serius dalam gagasan, tetapi tetap hangat dalam kebersamaan.








