FKIP UNSRI Tunjukkan Transformasi Tata Kelola di Hadapan MenPANRB: Lima Kampus, Satu Standar Pelayanan

Digitalisasi layanan, budaya integritas, dan inovasi akademik menjadi modal FKIP menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Info Sriwijaya, Indralaya – Mengelola layanan akademik pada lima lokasi kampus bukanlah tantangan yang sederhana. Perbedaan lokasi berpotensi menimbulkan kesenjangan pelayanan, koordinasi, hingga pengawasan. Tantangan inilah yang justru dijadikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya sebagai titik awal transformasi tata kelola melalui digitalisasi, standardisasi layanan, dan penguatan budaya integritas. Komitmen tersebut dipaparkan dalam Wawancara Pembangunan Zona Integritas bersama Tim Penilai Nasional (TPN) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) sebagai bagian dari proses penilaian menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., yang memberikan apresiasi atas komitmen FKIP dalam membangun reformasi birokrasi. Menurutnya, pembangunan Zona Integritas tidak boleh berhenti pada penyusunan dokumen administrasi, tetapi harus diwujudkan dalam perubahan budaya kerja, peningkatan kualitas pelayanan, dan penguatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tinggi.

Dalam sesi wawancara, Dekan FKIP Universitas Sriwijaya, Dr. Hartono, M.A., menjadi narasumber utama yang memaparkan transformasi tata kelola fakultas. Ia menjelaskan bahwa sebagai fakultas dengan lima lokasi kampus, FKIP menghadapi tantangan besar dalam menjaga keseragaman mutu layanan. Karena itu, FKIP mengembangkan pendekatan standardisasi, digitalisasi, integrasi, dan monitoring sebagai fondasi tata kelola.

Baca Juga :  UNISA Palembang Gelar Pembukaan PK2MB dan Baitul Arqom Mahasiswa 2026, Siapkan Generasi Berilmu dan Berkemajuan

“Jarak geografis tidak boleh menjadi jarak pelayanan. Lima kampus harus bergerak dalam satu tata kelola, satu standar pelayanan, dan satu arah pencapaian kinerja,” tegas Dr. Hartono.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui konsep “5 Kampus, 2 Inovasi, 1 Standar Pelayanan.” Pada sesi pendalaman, Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan, Sumber Daya, Pengadaan, dan Logistik, Dr. Didi Jaya Santri, M.Si., menjelaskan dua inovasi utama FKIP, yaitu SiGURU dan Unit Layanan Terpadu (ULT). SiGURU memungkinkan monitoring perkuliahan, kinerja dosen, penggunaan ruang, dan penjadwalan secara real time, sedangkan ULT menghadirkan pelayanan administrasi satu pintu yang memangkas waktu penyelesaian berbagai layanan akademik dari hitungan hari menjadi hitungan menit hingga satu jam.

Aspek lain yang menjadi perhatian Tim Penilai Nasional adalah budaya kerja. Menjawab pertanyaan mengenai internalisasi nilai integritas, Dr. Ketang Wiyono, M.Pd., selaku Koordinator Manager Area I sekaligus Agen Perubahan, menjelaskan bahwa FKIP secara berkala mengukur implementasi budaya organisasi melalui survei kepada dosen, tenaga kependidikan, dan pengguna layanan. Hasil survei menunjukkan tingkat pemahaman nilai BerAKHLAK mencapai 95,6 persen, sedangkan budaya FKIP REPUTASI mencapai 95,53 persen. Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan program pembinaan dan peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Dari Pempek hingga “Hero”: Gala Dinner SULE-IC 2026 Merayakan Budaya, Musik, dan Persahabatan Akademik

Transformasi tata kelola tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja akademik FKIP. Saat ini, 18 dari 23 program studi telah terakreditasi Unggul, enam program studi telah memperoleh akreditasi internasional, serta FKIP menjadi penyumbang publikasi Scopus Q1 terbanyak di Universitas Sriwijaya. Capaian tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola dan peningkatan kualitas akademik merupakan dua agenda yang saling mendukung dalam membangun daya saing institusi.

Bagi FKIP Universitas Sriwijaya, pembangunan Zona Integritas bukan sekadar upaya meraih predikat WBK, tetapi strategi jangka panjang untuk membangun organisasi yang profesional, transparan, dan adaptif terhadap perubahan. Melalui budaya FKIP REPUTASI dan semangat “Think Better – Serve Better – Grow Together”, FKIP menegaskan bahwa reformasi birokrasi harus menghasilkan perubahan yang dirasakan langsung oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan masyarakat sebagai pengguna layanan. SDGs 4; SDGs 9; SDGs 16

Berita Terkait

Mahasiswa PMDSU FKIP UNSRI Best Prsenter pada The 12th SEADR-IC di UNJ
Guru Srijaya Negara Labschool UNSRI Siap Hadapi Tantangan PISA, FKIP UNSRI Hadirkan Pakar Internasional
Unsri dan University of Malaya Bahas Jejaring Islam, Intelektual, dan Budaya Palembang
Dari Johor, FKIP UNSRI Ketuk Pintu Jejaring Pendidikan Malaysia
Lawan “Brain Rot”, WD I FKIP UNSRI Serukan Generasi Literat di Era AI
Ketika Bahasa Bertemu Sastra: Tokoh, Karakter, dan Perjalanan Menjadi Manusia
SULE-IC 2026 Dorong Inovasi Pembelajaran untuk Capai SDGs
Dari Pempek hingga “Hero”: Gala Dinner SULE-IC 2026 Merayakan Budaya, Musik, dan Persahabatan Akademik
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:03 WIB

Mahasiswa PMDSU FKIP UNSRI Best Prsenter pada The 12th SEADR-IC di UNJ

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:04 WIB

Guru Srijaya Negara Labschool UNSRI Siap Hadapi Tantangan PISA, FKIP UNSRI Hadirkan Pakar Internasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Unsri dan University of Malaya Bahas Jejaring Islam, Intelektual, dan Budaya Palembang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Dari Johor, FKIP UNSRI Ketuk Pintu Jejaring Pendidikan Malaysia

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Lawan “Brain Rot”, WD I FKIP UNSRI Serukan Generasi Literat di Era AI

Berita Terbaru