Ketika Langit Menangis dalam Kabut Asap

- Penulis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Puisi tentang bahaya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan)

by. Ridho Andi Sucipto

Pagi datang tanpa senyuman,

Mentari bersembunyi di balik kelabu,

Langit yang dahulu biru menawan,

Kini tersedak dalam napas yang pilu.

 

Kabut asap merayap bagai ular raksasa,

Melilit pepohonan, menelan cahaya,

Menyusup ke rumah, sekolah, dan desa,

Membawa ancaman bagi kehidupan manusia.

 

Udara menangis di antara dedaunan,

Pepohonan merintih menahan kepedihan,

Burung-burung kehilangan arah penerbangan,

Alam menjerit memohon pertolongan.

 

Asap membumbung setinggi gunung,

Mengubur cakrawala dalam selimut hitam,

Baca Juga :  Banyuasin Terus Tingkatkan Produksi Padi Jadi Nomor Satu Di Indonesia, Optimis Bupati Banyuasin

Seolah seluruh dunia hendak runtuh,

Ditelan kobaran api yang kejam.

 

Oh, kabut asap! Engkau begitu perkasa,

Menutup matahari, merampas udara,

Membuat jutaan napas seakan tak berdaya,

Menjadikan siang segelap malam gulita.

 

Anak-anak terbatuk di ruang kelas,

Lansia terengah mengejar udara,

Paru-paru terbakar oleh perih yang ganas,

Sementara langit kehilangan warnanya.

 

Hutan yang hijau kini menjadi arang,

Tanah meratap dalam bara membara,

Satwa-satwa berlari tanpa tempat pulang,

Mencari kehidupan di tengah bencana.

 

Wahai manusia, dengarlah suara alam!

Baca Juga :  UKB Gelar PKKMB 2026, Dorong Mahasiswa Disiplin, Tekun dan Berdampak Bagi Indonesia

Jangan biarkan api menari di hutan,

Jangan biarkan keserakahan menjadi malam,

Yang memadamkan harapan dan masa depan.

 

Sebab bumi bukan sekadar tempat berpijak,

Ia rumah bagi seluruh kehidupan,

Jika hutan terbakar, masa depan pun retak,

Jika udara tercemar, siapa yang mampu bertahan?

 

Mari kita jaga hutan dengan kesadaran,

Hentikan pembakaran, cegah kehancuran,

Agar mentari kembali tersenyum di ufuk timur,

Agar udara bersih kembali mengalir,

Dan anak cucu dapat menghirup kehidupan,

Tanpa takut pada kabut yang menyelimuti zaman.

Berita Terkait

UKB Gelar PKKMB 2026, Dorong Mahasiswa Disiplin, Tekun dan Berdampak Bagi Indonesia
Banyuasin Terus Tingkatkan Produksi Padi Jadi Nomor Satu Di Indonesia, Optimis Bupati Banyuasin
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Bupati Muba dan Seluruh Pejabat Jalani Tes Urine
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Ketika Langit Menangis dalam Kabut Asap

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:49 WIB

UKB Gelar PKKMB 2026, Dorong Mahasiswa Disiplin, Tekun dan Berdampak Bagi Indonesia

Rabu, 30 September 2026 - 23:26 WIB

Banyuasin Terus Tingkatkan Produksi Padi Jadi Nomor Satu Di Indonesia, Optimis Bupati Banyuasin

Kamis, 3 September 2026 - 22:53 WIB

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Bupati Muba dan Seluruh Pejabat Jalani Tes Urine

Berita Terbaru

Uncategorized

Ketika Langit Menangis dalam Kabut Asap

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB