Tingkatkan Keterampilan Tangani Cedera Olahraga, Tim PkM Latih Pelaku Olahraga di SMAN 1 Indralaya

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Info Sriwijaya, Ogan Ilir, Upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku olahraga dalam mencegah serta menangani cedera terus dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Salah satunya diwujudkan melalui program bertajuk “Pemberdayaan Pelaku Olahraga dalam Menangani Cidera melalui Keterampilan Massage Olahraga” yang digelar di SMAN 1 Indralaya, Desa/Kelurahan Indralaya Mulya, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Kegiatan tersebut diketuai Prof. Dr. Meirizal Usra, M.Kes., sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku olahraga, khususnya dalam memberikan penanganan awal terhadap keluhan maupun cedera ringan yang kerap terjadi saat melakukan aktivitas fisik.

Cedera menjadi salah satu risiko yang dapat dialami seseorang ketika berolahraga. Minimnya pengetahuan mengenai penanganan yang tepat berpotensi membuat kondisi cedera semakin berat.

Karena itu, pemahaman mengenai penanganan cedera dan keterampilan dasar massage olahraga dinilai penting, terutama bagi pelaku olahraga yang terlibat langsung dalam kegiatan latihan maupun pertandingan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai konsep dasar cedera olahraga, prinsip penanganan cedera, hingga pengenalan massage olahraga. Materi disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam aktivitas olahraga sehari-hari.

Baca Juga :  SULE-IC 2026 Dorong Inovasi Pembelajaran untuk Capai SDGs

Tak hanya teori, peserta juga mengikuti pelatihan dan praktik massage olahraga secara langsung. Tim pengabdian terlebih dahulu memperagakan teknik massage yang tepat, kemudian peserta diberi kesempatan mempraktikkannya dengan pendampingan instruktur.

Metode pembelajaran yang memadukan teori dan praktik tersebut bertujuan agar peserta tidak sekadar memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan dasar yang dapat diterapkan secara tepat dan aman.

Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Meirizal Usra, M.Kes., mengatakan peningkatan kompetensi pelaku olahraga diperlukan untuk menghadapi berbagai permasalahan cedera yang dapat terjadi selama aktivitas fisik.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelaku olahraga memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menangani keluhan dan cedera olahraga secara tepat. Keterampilan massage olahraga diharapkan dapat menjadi salah satu bekal yang bermanfaat dalam mendukung keamanan dan kenyamanan selama melakukan aktivitas olahraga,” ujar Meirizal.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme peserta. Mereka aktif mengikuti penyampaian materi, berdiskusi, serta mempraktikkan teknik massage olahraga yang diperagakan oleh tim pengabdian.

Baca Juga :  Dari Pempek hingga “Hero”: Gala Dinner SULE-IC 2026 Merayakan Budaya, Musik, dan Persahabatan Akademik

Penggabungan materi teori dengan praktik membuat peserta lebih mudah memahami tahapan maupun teknik massage yang diberikan.

Program pemberdayaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan pelaku olahraga dalam menghadapi cedera. Peserta juga diharapkan memahami batasan penanganan menggunakan massage serta pentingnya merujuk kondisi cedera tertentu kepada tenaga kesehatan profesional.

Pelaksanaan kegiatan di SMAN 1 Indralaya sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya olahraga yang aman dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Pengetahuan mengenai pencegahan dan penanganan cedera diharapkan dapat diterapkan peserta dalam kegiatan latihan, pertandingan, maupun berbagai aktivitas olahraga lainnya.

Melalui program “Pemberdayaan Pelaku Olahraga dalam Menangani Cidera melalui Keterampilan Massage Olahraga”, tim pengabdian yang diketuai Prof. Dr. Meirizal Usra, M.Kes., berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku olahraga di wilayah Indralaya.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya pelaku olahraga yang lebih terampil, peduli terhadap keselamatan, serta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pencegahan dan penanganan cedera olahraga.

Berita Terkait

Gelar Wisuda XXIV, UKB Palembang Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Layanan
UNSRI Kirim 15 Mahasiswa ke Anugerah Abdidaya Ormawa 2026, Siap Tampilkan Program Pengabdian
Memotret Perilaku Menyimpang, Memahami Kemanusiaan: Respons Kritis dan Emosional dalam Pendidikan Karakter
Kabut Asap di Langit Palembang: Karhutla, Kesehatan Warga Sekolah, dan Ancaman Learning Loss
Mahasiswa PMDSU FKIP UNSRI Best Prsenter pada The 12th SEADR-IC di UNJ
Guru Srijaya Negara Labschool UNSRI Siap Hadapi Tantangan PISA, FKIP UNSRI Hadirkan Pakar Internasional
Unsri dan University of Malaya Bahas Jejaring Islam, Intelektual, dan Budaya Palembang
Dari Johor, FKIP UNSRI Ketuk Pintu Jejaring Pendidikan Malaysia
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Gelar Wisuda XXIV, UKB Palembang Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Layanan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:49 WIB

UNSRI Kirim 15 Mahasiswa ke Anugerah Abdidaya Ormawa 2026, Siap Tampilkan Program Pengabdian

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:21 WIB

Memotret Perilaku Menyimpang, Memahami Kemanusiaan: Respons Kritis dan Emosional dalam Pendidikan Karakter

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Kabut Asap di Langit Palembang: Karhutla, Kesehatan Warga Sekolah, dan Ancaman Learning Loss

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:03 WIB

Mahasiswa PMDSU FKIP UNSRI Best Prsenter pada The 12th SEADR-IC di UNJ

Berita Terbaru