MUBA – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, melakukan groundbreaking pembangunan jalan hauling batubara milik PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC) di Desa Beji Mulyo, Kecamatan Tungkal Jaya dan Desa Mangsang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (15/4/2026) siang. Selain meminimalisir kemacetan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan, kehadiran jalan ini juga diharapkan mampu mendorong perekonomian masyarakat.
Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan jalan khusus angkutan batubara tersebut. Ia menilai langkah ini sebagai bentuk nyata komitmen, khususnya dari PT BSPC, dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Sumatera Selatan.
“Ini adalah niat dan aksi baik yang patut kita apresiasi. Legacy pembangunan terus kita bangun, baik fisik maupun nonfisik,” ujarnya.
Herman Deru menjelaskan, sejak sekitar lima minggu setelah dilantik sebagai Gubernur Sumsel periode pertama pada awal November 2018, dirinya telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 74 yang melarang angkutan batubara melintas di jalan umum.
Saat itu, produksi batubara berada di angka 68 juta ton dengan sekitar 9.600 truk melintasi lebih dari 240 kilometer ruas jalan. Tingginya volume angkutan batubara tersebut sempat menimbulkan berbagai persoalan serius.
“Dulu ada pedagang yang berteriak karena sayur dan buah yang mereka bawa dari Pagaralam busuk di jalan. Ada juga pedagang ayam yang merugi karena ayam mati akibat macet terlalu lama. Bahkan ada warga yang harus melahirkan di jalan, dan ada yang tidak terselamatkan karena ambulans sulit sampai ke rumah sakit,” jelasnya.
Di awal penerapan Pergub tersebut, Herman Deru mengaku sempat mendapat tekanan karena kebijakan itu dinilai akan mengganggu produksi batubara. Namun, pada 2025 produksi batubara di Sumsel justru meningkat menjadi 105 juta ton dan kembali naik signifikan menjadi 124 juta ton.
“Tidak ada satu pun perusahaan yang bangkrut. Justru produksi meningkat karena mulai beralih ke jalan khusus,” tegasnya.
Dengan adanya jalur khusus ini, ia berharap pengguna jalan umum dapat lebih aman dan nyaman tanpa terganggu aktivitas angkutan batubara.
Lebih lanjut, Herman Deru mengungkapkan bahwa pemerintah selama ini mengalokasikan anggaran hingga Rp400 miliar per tahun untuk pemeliharaan jalan. Kerusakan jalan sebagian besar disebabkan oleh angkutan batubara yang melintas di jalan umum.
Dalam kesempatan itu, ia juga mendorong perusahaan agar memperhatikan tanggung jawab sosial dan lingkungan, serta memberikan peluang kerja bagi masyarakat lokal.
“Kita sambut investor, tetapi masyarakat sekitar juga harus merasakan manfaatnya, terutama dalam hal lapangan pekerjaan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin, Toha Tohet, berharap pembangunan jalan hauling ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta membuka lapangan kerja baru.
“Semoga pembangunan ini berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk peningkatan infrastruktur antar desa,” ujarnya.
Manager PT BSPC, Dipo Fitrah Ramadhan, menjelaskan jalan hauling yang dibangun memiliki panjang sekitar 10,46 kilometer dengan lebar kurang lebih 15 meter. Jalan ini melintasi dua kecamatan, yakni Tungkal Jaya dan Bayung Lencir, serta dua desa, yaitu Beji Mulyo dan Mangsang.
“Sekitar 83 persen jalur berada di kawasan hutan. Namun, kami telah mengantongi izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) sejak 2023 dan tengah menyelesaikan adendum dokumen AMDAL,” jelasnya.
Ia menegaskan pihak perusahaan berkomitmen menjalankan pembangunan sesuai regulasi serta menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, PT BSPC juga berkomitmen memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal melalui pembukaan lapangan kerja dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak transportir untuk mengalihkan penggunaan kendaraan berpelat luar daerah menjadi pelat Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Musi Banyuasin, guna meningkatkan kontribusi daerah,” tambahnya.
Pembangunan jalan hauling ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mendukung kelancaran distribusi batubara sekaligus meminimalisir dampak negatif terhadap masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat diyakini menjadi kunci keberhasilan proyek ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah Tungkal Jaya dan Bayung Lencir.
Groundbreaking tersebut ditandai dengan pemerataan jalan hauling menggunakan ekskavator oleh Gubernur Herman Deru bersama Bupati Musi Banyuasin dan jajaran direksi PT BSPC.






