Info Sriwijaya – Palembang, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tridinanti kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah (Sebasantara), Sabtu (4/7/2026). Kegiatan yang digelar di Gedung Fakultas Teknik Lantai 3 Universitas Tridinanti ini mengusung tema “Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Pendidikan, Bahasa, dan Sastra di Era Digital.”
Seminar tahunan tersebut menjadi wadah akademik bagi mahasiswa, dosen, guru, peneliti, dan pemerhati bahasa untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan Artificial Intelligence (AI) serta implikasinya terhadap dunia pendidikan, bahasa, dan sastra di tengah pesatnya transformasi digital.
Dekan FKIP Universitas Tridinanti, Nyayu Lulu Nadya, S.Pd., M.Pd., mengatakan perkembangan AI telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang, termasuk dunia pendidikan. Karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai akademik dan etika.
“Melalui Seminar Nasional Sebasantara ini, kami berharap mahasiswa, dosen, dan masyarakat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai pendukung proses pembelajaran, penelitian, serta pengembangan bahasa dan sastra. Di sisi lain, AI juga harus digunakan secara bertanggung jawab agar tidak mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kreativitas,” ujarnya.
Menurut Nyayu Lulu Nadya, perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari cara memperoleh informasi, berkomunikasi, hingga menghasilkan karya ilmiah dan karya sastra. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan untuk terus berinovasi.
Ia juga mengungkapkan bahwa Seminar Nasional Sebasantara telah menjadi agenda rutin FKIP Universitas Tridinanti sejak tahun 2022 dan terus mendapat respons positif dari kalangan akademisi.
“Seminar ini dilaksanakan setiap tahun sejak 2022 hingga 2026. Ke depan kami berharap Sebasantara tidak hanya menjadi seminar nasional, tetapi dapat berkembang menjadi seminar internasional. Hasil seminar ini juga akan diterbitkan dalam bentuk prosiding yang memuat karya dosen dan mahasiswa,” katanya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menghadirkan tiga narasumber dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yakni Dr. Izzah Zen Syukri, M.Pd. dari Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan, Dr. Duwi Purwati, S.Pd., M.Hum. dari Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat, serta Dr. Helaluddin, S.Pd., M.Pd. dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Serang, Banten.
Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam bidang pendidikan, bahasa, dan sastra.
Melalui Seminar Nasional Sebasantara 2026, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Tridinanti kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan forum ilmiah yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat kolaborasi antarakademisi dan mendorong lahirnya inovasi di bidang pendidikan, bahasa, dan sastra yang selaras dengan kemajuan teknologi digital.
Penulis : Ridho








