Info Sriwijaya – Palembang, 27 Juni 2026, Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Sumatera Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah strategis memperkuat pengembangan kajian sastra, bahasa, dan kebudayaan di tengah tantangan era digital. Kegiatan tersebut dihadiri akademisi, peneliti, dosen, serta pegiat sastra dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga di Sumatera Selatan.
Ketua HISKI Sumatera Selatan, Ernalida, M.Pd., Ph.D., mengatakan FGD ini menjadi wadah untuk membangun dialog ilmiah sekaligus merumuskan program-program strategis yang mendukung pelestarian sastra daerah dan penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan.
“FGD ini bertujuan membangun ruang dialog ilmiah guna menghasilkan gagasan dan rekomendasi strategis bagi pelestarian sastra daerah, sekaligus meningkatkan kolaborasi antaranggota HISKI Sumatera Selatan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, peserta mendiskusikan sejumlah isu penting yang berkaitan dengan penguatan identitas budaya lokal melalui sastra, digitalisasi naskah dan karya sastra daerah, serta pengembangan literasi digital sebagai upaya menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Diskusi berlangsung dinamis dengan menghasilkan berbagai rekomendasi yang akan menjadi arah program kerja HISKI Sumatera Selatan ke depan. Salah satu rekomendasi utama adalah memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, baik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun Pemerintah Kota Palembang, guna mendukung pelestarian dan pengembangan sastra serta budaya daerah.
Selain itu, peserta juga mendorong percepatan digitalisasi sastra dan budaya lokal Sumatera Selatan, di antaranya melalui program bedah buku sastra di berbagai perguruan tinggi di Sumatera Selatan. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap karya-karya sastra daerah.
FGD juga merekomendasikan peningkatan publikasi ilmiah melalui pelatihan penulisan artikel ilmiah dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas penelitian dan kontribusi akademisi dalam pengembangan ilmu sastra dan budaya.
Tak hanya itu, HISKI Sumatera Selatan berkomitmen mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian sastra daerah melalui pemanfaatan media digital. Organisasi ini juga akan melaksanakan program kunjungan kepada para sastrawan dan budayawan sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Sumatera Selatan.
Rekomendasi lainnya mencakup penyelenggaraan pelatihan menulis kreatif bagi guru-guru Bahasa Indonesia sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengembangkan literasi di sekolah.
Sebagai bagian dari agenda organisasi, HISKI Sumatera Selatan juga mulai mempersiapkan penyelenggaraan Festival Bulan Bahasa 2026 serta keikutsertaan dalam Konferensi Internasional Kesusastraan ke-35 yang akan digelar di Universitas Negeri Yogyakarta.
Melalui hasil FGD tersebut, HISKI Sumatera Selatan berharap mampu memperkuat jejaring akademik, meningkatkan sinergi antarlembaga, serta melahirkan program-program inovatif yang berkontribusi terhadap kemajuan kajian sastra, bahasa, dan kebudayaan Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan.
“Kami berharap rekomendasi yang dihasilkan dalam FGD ini tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi dapat diwujudkan melalui program nyata yang memberi manfaat bagi dunia pendidikan, pelestarian budaya, dan masyarakat luas,” tutup Ernalida.








